Ke Mana Larinya Solar Bersubsidi?

Dirut Pertamina menyebutkan terjadi lonjakan penjualan solar bersubsidi di tengah tingginya harga Dexlite. Kenaikan terutama di wilayah industri sawit dan pertambangan.
Reza Pahlevi
4 April 2022, 13:51

PT Pertamina (Persero) mengklaim pasokan solar bersubsidi masih aman untuk 23 hari. Cadangan ini lebih tinggi daripada batas minimal selama 17 hari. Meskipun diketahui sejumlah daerah melaporkan terjadi kelangkaan solar.  

Pertamina menduga penyebab kelangkaan tersebut akibat adanya penyelewengan. Seperti dilaporkan pada 1 April lalu, pihak Kepolisian dan TNI mengungkap penyelewengan di tiga lokasi. 

Kepolisian menyita 1,4 ton lebih solar subsidi di Kalimantan dan 108 ton solar oplosan di Sumatera Selatan. Sementara itu, TNI menemukan penimbunan dan penjualan kembali 12 ton solar per hari di Jakarta Barat.

Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman menyebut praktik tersebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya volume solar di SPBU. Ini pula yang membuat munculnya antrean panjang di berbagai daerah pada waktu lalu.

“Pertamina menyampaikan apresiasi atas gerak cepat seluruh jajaran Polri dan TNI dalam menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan solar subsidi, yang seharusnya diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Fajriyah.

Dugaan adanya penyelewengan penggunaan solar subsidi pertama kali diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Nicke mengungkapkan hal ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR pada Senin (28/3) lalu.

“Kami melihat antrean solar subsidi justru dari industri besar, sawit dan tambang … Penjualan solar subsidi naik dan non subsidi turun padahal industri sedang naik,” ujar Nicke.

Nicke juga mengungkapkan komposisi penjualan solar terdiri dari 93% subsidi dan 7% non subsidi pada tiga bulan pertama 2022 ini. Komposisi penjualan tersebut jauh berbeda dibandingkan dengan 48% solar subsidi dan 52% non subsidi pada Januari – September 2021.

Dugaan adanya penyelewengan juga berdasar dari penyaluran solar subsidi yang sudah melebihi kuota yang ditetapkan. Penyaluran solar subsidi sudah mencapai 3,79 juta kl hingga 27 Maret 2022, 8,5% lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan sebesar 3,49 juta kl.

Selain itu, cadangan stok solar subsidi juga tercatat melebihi kewajiban yang ditetapkan. Pertamina memiliki stok 1,9 juta kl solar subsidi yang cukup untuk 23,27 hari, lebih dari cadangan stok minimal sebanyak 17 hari. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.