Indonesia Siapkan Platform Pelatihan Berbasis Digital

Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia untuk mengembangkan platform pelatihan berbasis digital.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
5 Juli 2019, 10:10
Kemnaker
Katadata

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia untuk mengembangkan platform pelatihan berbasis digital. Platform ini diharapkan dapat mempercepat tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.


"Karena kebutuhan tenaga kerja terampil kita sangat banyak. Sedangkan kapasitas BLK (Balai Latihan Kerja) itu terbatas. Karena itu, kami melakukan terobosan baru

agar pelatihan didukung digitalisasi," kata Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono.

 

Satrio menyampaikan hal itu usai menandatangani kesepakatan antara Kemnaker dengan Yayasan Plan International Indonesia di Ruang Innovation Room Kemnaker, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. Kesepakatan tersebut dinamai Gerakan Kita Kerja untuk Mendukung Ketenagakerjaan Kaum Muda melalui Sistem Digital


Satrio menjelaskan, dengan adanya platform pelatihan berbasis digital, program pelatihan di BLK akan mudah diakses masyarakat. "Siapa pun, di mana pun, bisa mengakses pelatihan vokasi," jelasnya.

 

Selain meningkatkan aksesbilitas, platform pelatihan berbasis digital diharapkan juga mampu menjadikan pelatihan lebih efektif dan efisien. Satrio mencontohkan, pelatihan secara digital dapat diterapkan pada ranah teori hingga pengenalan sebelum praktikum. Dengan demikian, tahapan awal pelatihan yang diestimasikan memakan waktu sekitar dua minggu dapat tercapai dalam satu minggu saja.

 

"Kalau klasikal bisa 100 ribu orang, harapannya dengan digitalisasi ini bisa 200 ribu orang," tambahnya. Tahun ini, kata Satrio, Kemnaker menargetkan dapat mencetak tenaga kerja terampil sebanyak 526 ribu orang. Target ini akan dicapai melalui program pelatihan di BLK dan pemagangan. Namun, target tersebut masih di bawah kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil. Untuk itu, dia meminta semua pihak, baik lintas pemerintah, swasta, maupun dunia industri bersama-sama berinvestasi di sisi SDM. "Seluruh komponen negara ini harus keroyokan agar menciptakan tenaga kerja terampil," ujarnya.


Executive Director Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menambahkan kerja sama ini diinisasi melalui proyek Fired for Work melalui gerakan #KitaKerja. Gerakan ini merupakan bentuk komitmen dukungan ketenagakerjaan bagi kaum muda.

 

"Salah satu upaya yang kami dorong adalah peningkatan akses kaum muda," kata Dini.

Ia yakin, pelatihan kejuruan yang sesuai kebutuhan industri akan meningkatkan akses kaum muda terhadap pekerjaan. Begitu juga akan ada peningkatan keterampilan serta terbukanya peluang berwirausaha. Proyek ini akan diimplementasikan di Jakarta, Semarang, dan Lombok, dengan target 10 ribu kaum muda untuk mendapatkan pelatihan.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait