Kementan Bakal Luncurkan Beras Basmati Asli Indonesia

Kementerian Pertanian pertengahan Februari nanti akan merilis varietas beras Basmati asli Indonesia yang dinamai Baroma atau beras Basmati Aromatik.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
17 Januari 2019, 16:55
Beras Basmati
Katadata

Sukamandi - Kementerian Pertanian pertengahan Februari nanti akan merilis varietas beras Basmati asli Indonesia yang dinamai Baroma atau beras Basmati Aromatik. Basmati selama ini dikenal sebagai beras aromatik asal India yang memiliki tekstur khas dan hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi. Kementan melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berhasil menciptakan varietas beras basmati yang dapat ditanam di dataran rendah, tanpa menghilangkan ciri khasnya. Yaitu ukuran beras lebih panjang dibandingkan beras pada umumnya. 

 

“Penemuan varietas basmati asli Indonesia ini adalah sesuatu yang spesial dan unik, serta memiliki potensi ekspor yang besar. Ini semakin membuktikan beras kita sangat layak ekspor,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro saat berkunjung ke BB Padi, Sukamandi, Rabu (16/1). Produktivitas varietas basmati Indonesia mencapai 8,2 ton per hektare, lebih tinggi dibanding beras basmati India sekitar 5,6 ton per hektare.

 

Hasil pengembangan pertanian ini, bahkan sudah menarik minat para investor. “Investor sudah sangat siap untuk menanamkan modal. Timur Tengah permintaannya unlimited. Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah juga sudah menyiapkan lahan sekitar 300.000 hektare yang bisa ditanami varietas benih unggul padi kita,” terang Syukur. 

 

 

Kepala BB Padi Priatna Sasmita menjelaskan pengembangan varietas basmati di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Saat benih dibawa langsung dari Pakistan dan diuji coba di kebun percobaan BB Padi, benih gagal dibudidayakan karena tidak adaptif dengan lahan di Indonesia. Berkat para pemulia tanaman yang ulet dan sabar, Indonesia akhirnya menghasilkan beragam varietas yang bisa ditanam di berbagai kondisi lahan, termasuk varietas basmati. 

 

 

BB Padi Sentra Penelitian Padi Unggulan

 

Selain beras basmati, BB Padi pada waktu yang sama juga akan meluncurkan sejumlah varietas baru untuk beras jenis khusus lainnya, yaitu beras hitam dan beras merah aromatik. Sebelumnya, BB Padi juga telah mengembangkan beras japonika, beras khas Jepang yang biasa digunakan untuk makanan sushi. Varietas yang dinamai TARABAS itu tidak hanya menggantikan beras impor asal Jepang di restoran Jepang dan Korea yang ada di Indonesia, tapi juga sudah mulai diekspor untuk mengisi pasar luar negeri. 

 

“Sepanjang tahun 2018, kita sudah mengekspor beras TARABAS sebanyak 3.100 ton.  Tahun 2019 ini kita mentargetkan kenaikan 40 persen,” lanjut Syukur. 

 

BB Padi menjadi andalan Kementan sebagai lembaga riset di bidang pengembangan varietas padi. Menurut Priatna lembaga yang dipimpinnya hadir untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan budidaya padi. BB Padi juga telah diakui oleh lembaga internasional IRRI (International Rice Research Institute).

“BB Padi menghasilkan varietas unggul benih (VUB) baik untuk spesifik lokasi dengan hasil tinggi maupun antisipasi global warming,” jelasnya.

 

Untuk mendukung penelitian tanaman padi, BB padi memiliki kebun percobaan yang tersebar di sejumlah wilayah, yaitu Sukamandi seluas 300 hektare, Pusakanegara 40 hektare, Kuningan 40 hektare, dan Muara Bogor 30 hektare.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait