Pemerintah Tunggu Keputusan Total di Blok Mahakam Bulan Ini

Penulis: Safrezi Fitra

6/6/2016, 20.53 WIB

"Targetnya bulan ini selesai (keputusan Total). Karena itu sebetulnya keputusan yang sudah ada. Menerima atau menolak, tidak ada masalah," kata Sudirman

Sudirman Said
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah tengah menunggu keputusan Total E&P Indonesie apakah akan mengambil jatah hak pengelolaannya di Blok Mahakam atau tidak. Pemerintah memberikan waktu pada perusahaan migas asal Perancis ini untuk memutuskan hal tersebut hingga akhir bulan ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan sebenarnya pemerintah tidak terlalu mempermasalahkan apapun keputusan Total terkait hak pengelolaannya di Blok Mahakam saat kontraknya berakhir pada 2017. Karena pemerintah telah memberikan 100 persen hak pengelolaan dalam kontrak yang baru kepada PT Pertamina (Persero). 

Dia mengatakan proses diskusi antara Pertamina dan Total masih terus berjalan. Pertamina memberikan waktu hingga akhir bulan ini kepada Total untuk menyampaikan keputusannya. Jika tidak ada keputusan, Pertamina akan mengelola sendiri Blok Mahakam mulai 2018. (Baca: Kementerian ESDM: Total Minta Waktu Putuskan Blok Mahakam Sampai Juni)

“Targetnya bulan ini selesai (keputusan Total). Karena itu sebetulnya keputusan yang sudah ada. Menerima atau menolak, tidak ada masalah,” kata Sudirman di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (6/6).

Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana Pertamina melakukan persiapan untuk mulai mengelola blok migas di delta Sungai Mahakam, Kalimantan Timur ini dua tahun lagi. Saat ini Pertamina sedang melakukan transisi pengambilalihan Blok Mahakam dengan Total dan Inpex. (Baca: Total Buka Peluang Hengkang dari Blok Mahakam)

Total, kata Sudirman, sudah berkomitmen untuk menjalankan masa transisi ini dengan baik. Dalam transisi ini Total akan berbagi informasi dan pengelolaan Blok Mahakam, serta persiapan pengalihan tenaga kerjanya kepada Pertamina. 

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan dalam persiapan pengambilalihan Blok Mahakam, Pertamina sudah membentuk Tim Pengambilalihan Pengelolaan Mahakam (TPPM). Tim transisi ini akan bertugas melengkapi data operasional, hingga menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dalam tiga tahun pertama Pertamina mengelola blok tersebut.

Meski baru akan mengelola Blok Mahakam pada 2018, Pertamina telah menyiapkan investasi di blok itu mulai tahun depan. Tujuannya menjaga produksi Blok Mahakam tidak turun ketika dikelola oleh Pertamina. (Baca: Pertamina Akan Talangi Biaya Investasi 2017 Blok Mahakam)

Manajemen Pertamina sebelumnya memperkirakan total investasi untuk tiga tahun pertama mengelola Blok Mahakam sebesar US$ 75,3 juta. Rinciannya, pada tahun pertama kontrak US$ 1,3 juta, tahun kedua US$ 33,5 juta, dan tahun ketiga US$ 40,5 juta. Padahal, sebelumnya Pertamina pernah menyebut kebutuhan investasi Blok Mahakam sebesar US$ 2,5 miliar per tahun. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan