Bekasi - Karawang - Purwakarta Jadi Kawasan Industri Terpadu

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

Jum'at 17/11/2017, 14.45 WIB

Sebelumnya, ada wacana menjadikan ketiga wilayah ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Luhut, status ini tidak ada hubungannya dengan Meikarta.

Luhut
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta kemungkinan menjadi Kawasan Industri Terpadu. Sebab setelah dikaji, opsi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak bisa dijalankan.

“Bulan ini, kami mungkin menggunakan istilah Kawasan Industri Terpadu,” kata Luhut saat memberi sambutan pada Rapat Kerja di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (17/11).

Menurut Luhut, KEK tidak cocok untuk wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Sehingga, harus diganti dengan opsi lain untuk tetap menjalankan industrialisasi ketiga kawasan di daerah Jawa Barat itu.

Luhut menyatakan, Kamar Dagang Industri (Kadin) mengusulkan industrialisasi ketiga wilayah karena mencakup 60% kegiatan ekonomi di Indonesia. “Kalau efisiensi terjadi pertumbuhan ekonomi pada 2020 bisa dekat 7%, bukan tidak mungkin mencapai 9% pada 2024,” ujarnya.

(Baca: Luhut Dorong KEK Bekasi, Kepala Bappenas: Cocoknya Jadi Metropolitan)

Kadin meminta industrialisasi seperti Kawasan Industri Terpadu untuk memudahkan kepengurusan bisnis yang cepat, bukan tentang insentif pajak. Luhut juga menekankan tidak ada kepentingan untuk memuluskan jalan Meikarta untuk membangun kota baru. “Target kami adalah efisiensi terhadap industri yang sudah jalan,” tuturnya.

Menurutnya, ada tiga syarat yang diperlukan untuk investasi, yaitu standar lingkungan, persiapan sumber daya manusia nasional, dan industrialisasi dari hulu ke hilir untuk mengejar ekspor. “Jika membuat industri, harus disiapkan yang jelas supaya menghindari orang lain jadi tuan rumah di negeri kita,” ujar Luhut lagi.

Jika investasi tepat sasaran, peringkat kemudahan berbisnis Indonesia akan meningkat. Saat ini, Indonesia berada pada peringkat 72 dan targetnya pada 2019 mencapai nomor 40. Sehingga, investor asing berlomba-lomba menanamkan modal di Indonesia.

(Baca: Meikarta Masuk KEK Bekasi, Bakal Dapat Kemudahan Investasi)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha