Ijon Utang Rp 54 Triliun, Pemerintah Cetak Rekor Bunga Terendah

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Martha Ruth Thertina

5/12/2017, 17.27 WIB

"Pemerintah memanfaatkan momentum strategis sebelum adanya potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed."

Dolar Amerika Serikat
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Pemerintah menerbitkan surat utang global (global bond) berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 54 triliun. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan belanja di awal tahun depan alias prefunding. Dalam penerbitan global bond kali ini, pemerintah berhasil mendapatkan bunga terendah sepanjang masa.

Dalam keterangan tertulis, Kementerian Keuangan menyatakan, pemerintah memutuskan melakukan prefunding lantaran ingin memanfaatkan momentum sebelum bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) menaikkan bunga dananya. Kenaikan bunga dana AS berisiko mengerek bunga surat utang AS dan dunia. 

"Dengan melakukan transaksi pada minggu pertama Desember, Pemerintah memanfaatkan momentum strategis sebelum adanya potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed," demikian tertulis dalam keterangan pers Kementerian Keuangan, Selasa (5/12). Petinggi The Fed bakal menggelar rapat guna memutuskan kebijakan bunganya pada 12-13 Desember mendatang.

Adapun nominal penerbitan surat utang global ini tergolong sebagai yang terbesar. Nominalnya sama dengan yang diterbitkan pada Januari 2014 dan 2015. (Baca juga: Suhu Politik Menghangat, Pemerintah Sengaja Buat APBN 2018 Konservatif)

Secara rinci, global bond diterbitkan dalam tiga seri yaitu, seri RI0123 dengan tenor lima tahun sebesar US$ 1 miliar, seri RI0128 dengan tenor 10 tahun sebesar US$ 1,25 miliar, dan seri RI0148 dengan tenor 30 tahun sebesar US$ 1,75 miliar. Adapun global bond tersebut mendapat peringkat layak investasi (investment grade) dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia yakni Moody's, Standard & Poor's, dan Fitch Ratings.

Imbal hasil (yield) untuk tenor lima tahun sebesar 3%, tenor 10 tahun 3,55%, dan tenor 30 tahun sebesar 4,4%. "Yield 3% untuk tenor lima tahun dan 4,4% untuk tenor 30 tahun merupakan terendah yang pernah diperoleh pemerintah untuk tenor-tenor tersebut," demikian tertulis.

Adapun final orderbook mencapai lebih dari 120 investor untuk tenor 5 tahun, 130 investor untuk tenor 10 tahun, dan 150 investor untuk tenor 30 tahun. Hal ini menunjukkan permintaan datang dari investor yang beragam. (Baca juga: Defisit APBN di Bawah Target, Dua Surat Utang Berpotensi Batal Terbit)

Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah ANZ, Citigroup, Deutsche Bank, Goldman Sachs (Singapore) Pte dan PT. Mandiri Securities. Lalu, yang bertindak sebagai sebagai co-Managers adalah PT. Bahana Sekuritas, PT  Danareksa Sekuritas, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Penerbitan surat utang ini akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan