Istana akan melantik Marsekal Hadi setelah mendapat surat resmi persetujuan pengangkatan Panglima TNI dari DPR.
KSAU Hadi Tjahjanto
Presiden Joko Widodo (kanan) ketika pelantikan Hadi Tjahjanto sebagai KSAU di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru setelah proses di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selesai. Hingga kini, Jokowi masih menunggu surat resmi dari pimpinan DPR mengenai persetujuan Marsekal Hadi sebagai calon Panglia TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Di sana pun harus ada surat resmi yang harus kami terima (terlebih dulu)," ujar Jokowi saat konferensi pers, di Istana Bogor, Kamis (7/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menuturkan, sampai dengan saat ini memang belum ada surat resmi yang datang dari DPR. Seluruh proses pergantian Panglima TNI ini masih berjalan. Namun, dirinya mengatakan, kenungkinan besar Hadi akan dilantik setelah surat resmi tersebut sampai ke pihak Istana.

"Surat dari DPR kan belum datang, begitu sudah datang langsung dilantik," ujar Pratikno.  (Baca: Visi Misi Marsekal Hadi Bahas Ancaman Siber, Proxy War, dan Tiongkok)

Siang ini rencananya DPR akan menggelar Rapat Paripurna untuk menyampaikan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar Komisi I DPR kemarin, Rabu (6/12). Komisi I DPR dalam uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung tertutup telah menyetujui Hadi sebagai calon Panglima TNI, sekaligus menyetujui Jenderal Gatot diberhentikan sebagai Panglima TNI.

Dalam surat yang dikirimkan ke DPR, selain mengajukan Marsekal Hadi sebagai calon Panglima TNI, Jokowi juga meminta persetujuan DPR terhadap rencana pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot dari jabatan Panglima TNI.

(Baca: Jenderal Gatot Siap Berhenti sebagai Panglima TNI Sebelum Masa Pensiun)

Gatot Nurmantyo menyatakan kesiapan dirinya berhenti dari jabatan sebelum memasuki masa pensiun pada April 2018. Gatot menyatakan apabila Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI, tak perlu lama lagi untuk memberhentikan dirinya.

"Sebaiknya ketika sudah diputuskan bahwa disetujui, jangan lama, tak perlu menunggu (masa pensiun) saya sampai Maret 2018. Mengapa demikian, ini terjadi dualime, hanya tinggal satu langkah Keputusan Presiden saja," kata Gatot usai acara Persiapan Pemeriksaan Laporan keuangan Pemerintah Pusat 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12).

Selain mencegah dualisme kepemimpinan, Gatot mengatakan pemberhentian dirinya akan membuat sistem pekerjaan yang lebih efektif. Dia mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu atau dua minggu sebelum mengakhiri pekerjaannya. "Kalau sudah diputuskan DPR, sudah disetujui maka sebaiknya agar ini efektif, saya akan di belakang," kata Gatot.

 (Baca: Ditunjuk Jokowi Jadi Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi: Mohon Doa)

Artikel Terkait
Biaya pembangunan terowongan ini akan menggunakan pinjaman dari Jepang.
"Jangan yang diberi pinjaman yang itu-itu saja, sehingga (ekonomi) tidak menyebar," kata Jokowi
Jokowi menyebut teknologi yang semakin canggih dapat membuat pekerjaan bisa dilakukan di mana saja.