Berkat Impor, Pedagang Diminta Jual Bawang Putih Rp30.000 saat Ramadan

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

5/5/2019, 10.09 WIB

Sejumlah importir telah meneken komitmen untuk menjual bawang putih di bawah Rp 30 ribu per kilogram.

Pedagang bawang putih di Pasar Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5).
Antara
Pedagang bawang putih di Pasar Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5).

Pemerintah mengimbau para pedagang pasar menjual bawang putih di kisaran Rp 30 per kilogram (kg) selama Ramadan. Ini dilakukan sejalan dengan bertambahnya pasokan bawang putih impor.  

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk mengimpor 115 ribu ton bawang putih melalui 8 perusahaan swasta. Langkah ini, diharapkan bisa menurunkan harga bawang putih selama Ramadan. Apalagi kebutuhan bawang putih dalam satu bulan hanya sekitar 50 ribu ton.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan importir harus memastikan harga bawang putih sebesar Rp 30 ribu per kilogram di tingkat konsumen akhir. "Stoknya dua kali lipat daripada kebutuhan, kami siapkan selama Ramadan," kata Amran dalam operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/5).

(Baca: Kementan Terbitkan Rekomendasi 240 Ribu Ton Impor Bawang Putih)

Selain itu, setiap importir telah menandatangani komitmen untuk menjual bawang putih di bawah Rp 30 ribu per kilogram supaya harga kembali stabil. Saat ini, harga bawang putih masih berada di kisaran Rp 46 ribu per kilogram.

Untuk meredam harga jual, pemerintah bersama importir kembali menggelar operasi pasar dengan menggelontorkan empat kontainer bawang putih yang dijual langsung kepada pedagang pasar, pedagang eceran, serta konsumen. Satu truk kontainer berkapasitas sekitar 30 ton.

Selain di Jakarta, Amran menuturkan, operasi pasar bawang putih juga dilakukan di kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Makassar, serta kota yang memiliki pintu masuk pelabuhan. "Harga harus turun, barang akan masuk terus," ujarnya.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tuti Prahastuti menjelaskan pihaknya akan terus mengawasi harga barang di tingkat konsumen.

(Baca: Inflasi April Tertinggi dalam 4 Bulan, Dampak Kenaikan Harga Bawang)

Tuti menjelaskan impor bawang putih terus masuk ke pelabuhan dan akan diikuti kegiatan operasi pasar. Pergerakan harga bawang akan terus dipantau melalui Satuan Tugas Pangan.

Adapun impor bawang putih berasal dari Tiongkok. Namun, dia belum mendapatkan data volume bawang putih yang sudah tiba di pelabuhan sejak izin diterbitkan pada 18 April 2019. "Mereka belum lapor," kata Tuti.

Sementara itu, salah satu impor bawang putih PT Maju Makmur Jaya Kurnia mengatakan operasi pasar melayani penjualan tanpa dibatasi kuota pembelian. Staf bagian pemasaran PT Maju Makmur Jaya Kurnia, Suwito mengatakan bawang putih impor  sudah mulai masuk sejak pekan lalu.

Dalam operasi pasar ini, pihaknya mematok jual harga bawang putih seharga Rp 25 ribu per kilogram.  Berdasarkan situs jual beli Alibaba, harga satu ton bawang putih di Tiongkok sekitar US$ 600 per ton atau sekitar Rp 8,55 juta (kurs Rp 14.200). Alhasil, harga beli bawang putih sekitar Rp 8.550 per kilogram.

Namun, Suwito enggan menyebutkan harga pembelian bawang putih dari Tiongkok. "Soalnya saya kan tidak mengurus di situ, saya mengurus operasi pasar sesuai arahan untuk menstabilkan harga," ujarnya.

(Baca: Buwas: Ada Menteri yang Halangi Bulog Impor Bawang Putih)

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan