Menko Darmin Harap Pasar Modal dan Perbankan Saling Bersaing

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agustiyanti

23/8/2019, 13.20 WIB

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution berharap persaingan antara pasar modal dan perbankan dapat mendorong penurunan biaya investasi.

darmin nasution
Donang Wahyu|KATADATA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap persaingan antara pasar modal dan perbankan mendorong penurunan biaya investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendorong pasar modal dalam negeri untuk bersaing dengan industri perbankan. Persaingan kedua industri keuangan ini diharapkan bisa menurunkan biaya investasi di dalam negeri. 

"Mesti ada hubunganya dua pasar itu.  Kami harap, keduanya (pasar modal dan perbankan) berlomba untuk makin efisien," kata Darmin di Jakarta, Jumat (23/8).

Menurut Darmin, pasar modal sebenarnya menyediakan pendanaan lebih murah dibanding perbankan. Namun, saat ini pencarian pendanaan melalui pasar modal masih didominasi oleh perusahaan besar. 

(Baca: Hong Kong Rusuh, Alibaba Tunda Rencana IPO Senilai Rp 214 Triliun)

"Kami mengharapkan UMKM mulai masuk pasar modal dengan OJK secara aktif untuk mulai mendorong. Karena biasanya memulainya yang susah. Kalau itu dilakukan, pasar modal bukan cuma bagian rumah di atas awan. Bagi mereka yang bermukim di bumi bisa memasuki pasar modal," kata darmin.

Berdasarkan data OJK, total pendanaan yang dihimpun melalui pasar modal sejak awal tahun hingga 9 Agustus 2019 mencapai Rp 109,2 triliun. Sebanyak 29 perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 8,5 triliun. 

(Baca: IHSG Hari Ini Berpotensi Naik, Saham Perbankan Direkomendasikan)

Kemudian 12 perusahaan melakukan rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan nilai Rp 25,7 triliun. Lalu ada 3 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan Sukuk (PU-EBUS) senilai Rp 2,25 triliun.

Selain itu ada 16 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS Tahap I dengan nilai Rp 17,02 triliun. Sementara, untuk PUB EBUS Tahap II sudah ada 30 perusahaan dengan nilai Rp 55,75 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN