Riset UI: Tokopedia Ciptakan 1,14 Juta Lapangan Kerja Baru Tahun Ini

Penulis: Desy Setyowati dan Cindy Mutia Annur

11/10/2019, 11.18 WIB

Tokopedia menyumbang 10,3% terhadap total jumlah lapangan kerja baru pada 2018.

Co-Founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam acara Super Ecosystem Tokopedia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis malam (10/10). LPEM FEB UI memperkirakan, Tokopedia menciptakan 1,14 juta lapangan kerja baru tahun ini.
Tokopedia
Co-Founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam acara Super Ecosystem Tokopedia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis malam (10/10). LPEM FEB UI memperkirakan, Tokopedia menciptakan 1,14 juta lapangan kerja baru tahun ini.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan, Tokopedia menciptakan 1,14 juta lapangan kerja baru akhir tahun ini. Hal ini sejalan dengan jumlah mitra penjual di platform e-commerce itu yang rerata meningkat 150,4% per tahun.

Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico menjelaskan, Tokopedia membuka 857 ribu lapangan pekerjaan sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 309 ribu di antaranya menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

“Tokopedia menciptakan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru di Indonesia pada tahun lalu,” kata dia dalam acara Super Ecosystem Tokopedia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis malam (10/10).

Persebaran lapangan kerja tersebut antara lain di DKI Jakarta (207.117), Jawa Barat (172.348), Jawa Timur (112.488), Sumatera Utara (21.746), Bali (25.699), Sulawesi Selatan (7.194), dan Nusa Tenggara Barat (3.001).

Saat ini, Tokopedia menggaet 6,4 juta mitra penjual. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang sebanyak 5 juta. Sekitar 86,55% merupakan pedagang baru dan 94% termasuk dalam kategori ultra mikro atau omzetnya di bawah Rp100 juta per tahun.

(Baca: Riset UI: Tokopedia Kerek Penjualan Pengusaha Lokal Hingga 22% )

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22%,” kata dia. Kenaikan penjualan mitra di beberapa daerah di luar Jawa bahkan signifikan. Gorontalo dan Jambi misalnya, mencapai 55,09% dan 41,88%.

Kiki mencatat, 38,6% mitra penjual di Tokopedia memproduksi barang dagangannya sendiri. Sekitar 77,4% bahan baku yang digunakan oleh para produsen itu berasal dari domestik.

(Baca: Tokopedia Prediksi Transaksinya Tembus Rp 222 Triliun Tahun Ini)

Yang menarik, ia mencatat bahwa tiga dari 10 pembeli di Tokopedia berbelanja untuk kegiatan produktif. Konsumen produktif ini mayoritas berasal dari luar Pulau Jawa. Contohnya, 54,55% konsumen Tokopedia dari Bengkulu membeli produk untuk memproduksi barang lain.

Data itu sejalan dengan temuan LPEM FEB UI bahwa transaksi di wilayah tengah dan timur Indonesia berasal dari bagian barat. Sebanyak 56% konsumen di bagian barat, membeli produk buatan masyarakat timur Tanah Air.

Begitu juga dengan wilayah tengah. Sebanyak 54% konsumen di bagian barat membeli produk buatan masyarakat tengah Indonesia. Dalam hal ini, menurutnya Tokopedia membuka pasar bagi para pedagang di bagian tengah dan timur Tanah Air.

Co-Founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, tujuan awal perusahaan adalah memudahkan masyarakat dalam memulai usaha. “Bagi kami, Makassar lebih penting daripada Manila, Sukanagara lebih penting dibanding Singapura. Maka, kami sebagai perusahaan teknologi Indonesia akan terus berkomitmen menjadi lebih relevan dan bermanfaat untuk Indonesia,” kata dia.

(Baca: Optimistis Laba Positif Tahun Depan, Bos Tokopedia Rencanakan IPO)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan