Jokowi Temui Para Perwira Tinggi Jelang Penetapan Wakil Panglima TNI

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Martha Ruth Thertina

18/11/2019, 13.59 WIB

Pemerintah tengah memproses pemilihan Wakil Panglima TNI.

Wakil Panglima TNI, Jokowi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Presiden Jokowi melanjutkan pertemuan dengan para perwira tinggi TNI. Setelah bertemu dengan perwira tinggi TNI Angkatan Darat pekan lalu, hari ini Jokowi bertemu dengan perwira tinggi Angkatan Laut dan Udara. Pertemuan ini digelar menjelang penetapan Wakil Panglima TNI.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan, pertemuan tersebut tidak membahas mengenai wakil panglima TNI. Namun, penetapan wakil panglima TNI memang tengah diproses. "Tadi kami mengadakan pertemuan dengan Pratikno sebagai Mensesneg, beliau mengatakan sedang diproses pemerintah," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/11) 

Ia menjelaskan, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi TNI, Jokowi akan langsung memilih dan memutuskan sosok yang menjadi Wakil Panglima TNI. Dalam urusan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hanya memberikan pertimbangan. "Semuanya menjadi hak prerogratif dari Presiden," kata dia.

(Baca: Dikritik Puan, Moeldoko Sebut Rencana Jokowi Tambah Wamen Bisa Berubah)

Adapun jabatan Wakil Panglima TNI telah diatur dalam Pasal 13 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI. Jabatan ini ditujukan untuk perwira tinggi dengan pangkat jenderal atau bintang empat.

Seperti disinggung di awal, menjelang penetapan Wakil Panglima TNI, Jokowi melakukan rangkaian pertemuan dengan sederet perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan dengan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dan Polri dilakukan pada Kamis, 14 November 2019. Sedangkan pertemuan dengan perwira tinggi TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara dilakukan pada Senin ini, 18 November 2019.

(Baca: Jokowi Minta Penegak Hukum Beri Peringatan sebelum Tindak Pejabat)

Fadjroel mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta TNI agar bisa menjaga konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kepala Negara juga meminta agar TNI dan Polri untuk menjaga agenda besar pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

"(Agenda besar pembangunan tersebut) mulai dari peningkatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan transformasi ekonomi," kata dia.

Di sisi lain, menurut Fadjroel, Marsekal Hadi selaku Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jokowi karena telah mendorong perkembangan dalam internal TNI. Hal itu mencakup penyediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), keperluan sosial, maupun keperluan pasukan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan