Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Periksa Anak Menkumham Yasonna Laoly

Penulis: Ameidyo Daud

18/11/2019, 14.41 WIB

Yamitema Laoly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat UPR Kota Medan Isa Ansyari.

anak Yasonna Laoly, Suap Walikota Medan, KPK
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Petugas KPK menunjukkan barang bukti operasi tangkap tangan ( OTT) Wali Kota Medan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2019). KPK hari Senin (18/11) memanggil putra Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang bernama Yamitema Tirtajaya Laoly sebagai saksi kasus suap wali kota Medan.

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memanggil putra Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang bernama Yamitema Tirtajaya Laoly hari Senin (18/11). Yamitema diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Medan Isa Ansyari.

Isa terseret sebagai tersangka bersama Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam kasus dugaan  suap pada bulan lalu. KPK menduga Dzulmi mengumpulkan uang dari sejumlah Dinas untuk pelesiran sang wali kota ke Jepang bersama keluarganya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pemeriksaan Yamitema merupakan penjadwalan ulang agenda sebelumnya. Sebelumnya Direktur PT Kani Jaya Sentosa itu telah dipanggil hari Senin (11/11) pekan lalu namun urung datang.

“Yang bersangkutan telah datang pukul 10.00 WIB,” kata Febri di Jakarta, Senin (18/11).

(Baca: Diciduk KPK, Wali Kota Medan Pernah Ajak Keluarga Dinas ke Jepang )

Selain menggelar pemeriksaan di Jakarta, komisi antirasuah juga memeriksa 14 saksi di Kota Medan. Mereka adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan Muhammad Husni, Asisten Administrasi Umum Sekda Medan Renward Parapat, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Medan Zulkarnain, serta Direktur RSUD Dr Pringadi Medan Suryadi Panjaitan.

Selain itu ada mantan Kepala Dinas Pendidikan Medan Hasan Basri, Kepala Badan Lingkungan Hidup Medan Bob Harmansyah Lubis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Medan Emilia Lubis, Kadis Pertanian dan Perikanan Medan Ikhsar Marbun, serta Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Medan Benny Iskandar.

Lalu ada juga Kadis Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Medan Suherman, Kepala Dinas Perhubungan Medan Izwar, Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi, Direktur PD Pasar Medan Rusdi Simoraya, dan Kadis Pariwisata Medan Agus Suriyono.

"Ini saksi untuk tersangka IAN (Isa Ansyari) dalam tindak pidana korupsi suap proyek dan jabatan pada pemerintah Medan," ujar Febri.

(Baca: KPK Tangkap Tangan Wali Kota Medan, Uang Rp 200 Juta Diamankan)

Isa sempat menyetorkan uang Rp 200 juta kepada Dzulmi  untuk membiayai perjalanan dinas sang atasan ke Jepang Juli 2019. Saat perjalanan dinas, Dzulmi bahkan mengajak istri, dua orang anaknya, serta beberapa orang yang tidak berkepentingan dalam dinas.

Tak hanya itu, ia memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar masa perjalanan dinas. Alhasil ada pengeluaran dinas wali kota yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

"Dan tidak bisa dibayarkan dengan dana APBD," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bulan lalu.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan