Efek Corona, Pekerja Sektor Pariwisata Jadi Prioritas Kartu Prakerja

Selain pegawai di sektor pariwisata yang terdampak corona, pekerja formal dan informal serta pelaku usaha mikro dan kecil masuk prioritas kartu prakerja.
Desy Setyowati
12 April 2020, 19:47
Efek pandemi Corona, Pekerja Sektor Pariwisata Jadi Prioritas Kartu Prakerja
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi, petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Badung, Bali, Minggu (15/3/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pada awalnya, program kartu prakerja ditujukan untuk pencari kerja. Namun, pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor sehingga terjadi pemotongan gaji hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karena itu, program ini difokuskan bagi pekerja yang terdampak Covid-19.

Salah satunya yakni pekerja di sektor pariwisata. “Sektor pariwisata yang sudah terpukul sejak awal tahun ini. Jadi, memang ada pergeseran target kelompok, prioritasnya,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari kepada Katadata.co.id, pekan lalu (8/4).

Manajemen pelaksana program kartu prakerja memang diminta untuk memprioritaskan pekerja formal dan informal, juga pelaku usaha mikro dan kecil. “Yang pekerjaannya terdampak pandemi corona. Jadi mereka memang diprioritaskan,” ujar dia.

(Baca: Dapat Rp 600 Ribu/Bulan, Registrasi Kartu Prakerja Dibuka Setiap Pekan)

Kendati begitu, dia menegaskan bahwa program tersebut terbuka untuk semua orang. Persyaratannya hanya Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun ke atas, sedang tidak sekolah atau kuliah. 

Untuk memastikan calon peserta sedang tidak sekolah ataupun kuliah, pemerintah akan mengecek lewat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peserta yang terpilih akan mendapat bantuan Rp 3,55 juta per orang. “Benefit ini tidak berulang. Artinya, orang yang sudah mengambil Kartu Prakerja sekarang, tahun depan dia tidak bisa mengambil atau mendaftar lagi,” ujar dia.

(Baca: Uang Insentif Kartu Prakerja Bisa untuk Belanja Sembako)

Insentif itu terdiri dari Rp 1 juta untuk pelatihan. Lalu Rp 600 ribu diberikan setiap bulan selama empat bulan. Sisanya Rp 150 ribu untuk survei kerja yang dibayarkan langsung ke lembaga pelatihan.

Program kartu prakerja tersebut akan diberikan kepada 5,6 juta orang. Maka, pendaftaran akan dibuka sekitar 30 kali setiap pekan atau selesai pada akhir November.

Bagi peserta yang tidak terpilih akan mendapat notifikasi untuk bergabung pada gelombang pendaftaran berikutnya. “Tinggal klik join to next batch, maka teman-teman akan bergabung pada batch berikutnya” kata dia.

(Baca: Pemerintah Luncurkan Kartu Prakerja Hari ini, Begini Cara Mendaftarnya)

Ia mendorong masyarakat untuk mendaftar. "Ini sifatnya self-selection, self-targeting. Pemerintah tidak punya daftar siapa 5,6 juta penerima. Kami ini Tut Wuri Handayani, apa maunya dari masyarakat," kata dia.

Masyarakat bisa mendaftar melalui situs resmi www.prakerja.go.id. Ia menjamin tidak ada oknum yang bisa menjanjikan warga terdaftar dalam program, selain jalur resmi.

(Baca: Sektor Usaha Dilanda PHK, Pemerintah Luncurkan Kartu Prakerja 11 April)

Reporter: Sorta Tobing

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait