Tiongkok dan AS Akan Bahas Kesepakatan Dagang Fase I, Kaji TikTok

Tiongkok dan AS dikabarkan segera membahas implementasi kesepakatan dagang fase pertama. Salah satu topiknya mengenai pemblokiran WeChat dan TikTok.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
13 Agustus 2020, 10:27
Tiongkok dan AS Akan Bahas Kesepakatan Dagang Fase I, Kaji TikTok
ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque/File Foto
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, penasehat keamanan nasional AS John Bolton dan Presiden China Xi Jinping menghadiri jamuan makan malam setelah ktt pemimpin negara G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2019).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) bakal membahas implementasi kesepakatan perdagangan fase pertama dalam beberapa hari ke depan. Salah satu topik yang akan dibahas yakni WeChat dan TikTok.

Laporan itu muncul sehari setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok dalam kondisi baik. Hal ini meski ada ketegangan di antara kedua negara terkait Hong Kong, penanganan virus corona, keamanan data, dan tarif perdagangan.

“Pertemuan virtual kemungkinan akan berlangsung secepatnya minggu ini, meskipun tanggalnya belum final,” kata sumber Bloomberg yang mengetahui persiapan pembahasan, dikutip Kamis (13/8).

Dalam kesepakatan dagang tahap pertama, Tiongkok berkomitmen meningkatkan impor produk AS sedikitnya US$ 200 miliar di atas level 2017. Selain itu, menambah pembelian produk pertanian US$ 32 miliar, manufaktur US$ 78 miliar, energi US$ 52 miliar, dan jasa US$ 38 miliar.

Beijing juga sepakat untuk bertindak lebih tegas terhadap pemalsuan dan memudahkan perusahaan untuk menempuh tindakan hukum atas pencurian rahasia dagang. Sedangkan AS akan mempertahankan tarif hingga 25% untuk produk Tiongkok yang diperkirakan bernilai US$ 360 miliar.

Pada pembahasan kesepakatan dagang terbaru nanti, kedua negara dikabarkan akan membahas WeChat dan TikTok. “Para pejabat Tiongkok bermaksud mengemukakan kemungkinan larangan Presiden AS Donald Trump atas transaksi kedua aplikasi dengan alasan keamanan nasional,” kata sumber.

Sebagaimana diketahui, Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan bekerja sama dengan aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi perpesanan WeChat, pekan lalu (7/8). TikTok akan diblokir dari toko aplikasi AS termasuk App Store dan Play Store, serta pengiklan.

Dengan begitu, perusahaan yang memasang iklan di platform TikTok dianggap melakukan tindakan ilegal.

Selain itu, Departemen Perdagangan AS masih akan mengkaji selama 45 hari mengenai layanan apa saja yang ilegal untuk TikTok dan WeChat. Namun, TikTok dan WeChat akan tetap bisa beroperasi di Negeri Paman Sam, jika dijual ke perusahaan AS.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait