Selain Promosi, Begini Strategi Gojek Dorong Transaksi GoFood di 2020

Gojek ingin tumbuh berkelanjutan. Karena itu, decacorn ini tidak berfokus pada promosi seperti cashback atau diskon saja.
Desy Setyowati
16 Januari 2020, 14:25
Selain Promosi, Begini Strategi Gojek Dorong Transaksi GoFood di 2020
Gojek
(kiri-kanan) Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Co-Owner Ban-Ban Wenny Chen, dan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo saat acara peluncuran inovasi terbaru GoFood di Jakarta (16/1).

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek meluncurkan empat fitur baru terkait GoFood. Hal ini merupakan salah satu strategi Gojek untuk meningkatkan transaksi GoFood, selain promosi seperti uang kembali (cashback) atau diskon.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, perusahaan mulai berfokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Menurut dia, hal ini merupakan salah satu keinginan investor.

“Ada keinginan kami untuk menjadi yang terdepan. Tetapi caranya tidak harus selalu dengan promosi, justru harus lebih inovatif,” kata Nila di Jakarta, Kamis (16/1). Karena itu, perusahaan berfokus pada inovasi untuk meningkatkan jumlah pesanan dan konsumen.

Hal senada disampaikan oleh Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo. “Kami tidak mau berkompetisi berdasarkan promosi atau harga, tapi keseluruhan untuk konsumen. Tetapi, ya tentu harga yang kompetitif,” kata dia.

Advertisement

(Baca: Gojek Siapkan 7 Strategi, Pesanan di GoFood Tembus 50 Juta per Bulan)

Sejalan dengan strategi itu, decacorn Tanah Air ini meluncurkan empat fitur baru terkait layanan pesan-antar makanan. Pertama, GoFood Pickup yang memungkinkan pengguna memesan makanan atau minuman, lalu mengambil pesanan secara langsung di toko.

Namun, layanan itu baru tersedia di beberapa mitra penjual GoFood di DKI Jakarta. Catherine mengatakan, fitur anyar itu akan diperluas secepat mungkin.

Kedua, GoFood Turbo yang menjamin pesanan tiba dengan cepat. Namun, layanan ini tersedia untuk pemesanan di GoFood Kitchen dan GoFood Festival.

Cloud kitchen merupakan layanan restoran berbasis online yang memungkinkan mitra GoFood hadir di lokasi yang lebih dekat dengan konsumen. Bedanya dengan GoFood Festival, pengguna tidak bisa makan di tempat. Konsumen hanya bisa memesan lewat aplikasi Gojek.

(Baca: Perkuat GoFood, Gojek Luncurkan Tiga Layanan Baru)

Per November 2019, Gojek memiliki memiliki 10 cloud kitchen dan 30 GoFood Festival. Secara keseluruhan, Catherine mengatakan bahwa rerata layanan GoFood sampai di tangan konsumen selama 25 menit.

Ketiga, GoFood Plus atau paket berlangganan kepada konsumen tertentu. Pelanggan yang terpilih akan mendapat potongan harga untuk beberapa kali pemesanan.

Gojek menentukan konsumen yang bisa mendapat paket tersebut berdasarkan nominal pesanan selama periode tertentu. “Kami akan buat paket lebih banyak konsumen. Ini merupakan kekuatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami supaya lebih applicable,” kata dia.

Terakhir, Google Assistant yang terintegrasi dengan GoFood. Layanan ini baru tersedia di ponsel Android. Dengan fitur ini, pengguna bisa memesan GoFood lewat suara.

“Ini baru awal dari GoFood di awal 2020,” kata Catherine. Saat ini, layanan pesan-antar Gojek ini menggaet hampir 450 ribu merchant di Indonesia dengan 12 juta menu.

(Baca: Gojek Klaim GoFood Kuasai Pangsa Pasar di Asia Tenggara)

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait