Kabar Disuntik Google dan Temasek Rp 11,7 T, Tokopedia Menuju Decacorn

Tokopedia dikabarkan mendapat suntikan dana dari Temasek US$ 500 juta dan Google US$ 300 juta. Valuasi unicorn e-commerce ini disebut-sebut mendekati status decacorn.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
23 Oktober 2020, 18:02
Google dan Temasek Dikabarkan Suntik Modal Tokopedia Rp 11,7 Triliun
ilustrasi/Tokopedia
Tokopedia

Unicorn e-commerce, Tokopedia dikabarkan memperoleh dana segar dari raksasa internet berbasis di Amerika Serikat (AS) Google dan perusahaan investasi asal Singapura Temasek Holdings. Total nilainya US$ 800 juta atau sekitar Rp 11,7 triliun.

Dilansir dari DealStreetAsia, Temasek menyuntik modal Tokopedia US$ 500 juta atau Rp 7,3 triliun. Sedangkan Google dan lainnya US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun. Valuasi Tokopedia sebelum memperoleh pendanaan tersebut dikabarkan US$ 7,5 miliar atau mendekati skala decacorn.

Namun, sumber Tech In Asia mengatakan bahwa nilai investasinya bukan US$ 800 juta. “Benar-benar salah,” demikian dikutip, Jumat (23/10). Akan tetapi, ia tidak memerinci besarannya.

Katadata.co.id juga mengonfirmasi kabar tersebut kepada Tokopedia. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini dirilis.

Kabar Temasek dan Google berinvestasi di Tokopedia sudah berembus sejak Juni lalu. Saat itu, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak enggan menanggapi rumor tersebut.

Pada Juli lalu, sumber Bloomberg yang mengetahui rencana pendanaan itu mengatakan bahwa SoftBank Vision Fund berdiskusi dengan Tokopedia terkait investasi. Unicorn nasional itu juga disebut-sebut mengadakan pembicaraan dengan Facebook, Microsoft, dan Amazon.

Ia juga menyampaikan, Google dan Temasek merupakan investor yang paling aktif bernegosiasi dengan Tokopedia.

Sedangkan pada Februari lalu, Nuraini mengatakan bahwa Tokopedia membidik investor yang bisa memberikan nilai tambah, seperti Alibaba, SoftBank, dan Sequoia Capital. "Tidak hanya soal uang, tetapi juga best practice-nya. Bagaimana penerapan teknologi atau bisnis dari Alibaba di tempat lain misalnya," ujar dia, pada awal tahun (19/2).

Oleh karena itu, ketika perusahaan menemukan investor yang cocok dan bisa memberikan nilai tambah, maka bakal melakukan pendanaan. "Itu merupakan saat yang tepat bagi kami untuk menambah partner (investor)," ujar Nuraini.

Sebelumnya, CEO Tokopedia William Tanuwijaya juga berharap bisa menarik investor baru sebelum menawarkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di dua bursa yakni Indonesia dan negara lain. Meski tidak mengungkapkan persis waktunya, Tokopedia disebut-sebut akan IPO pada 2023.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait