Riset: Paylater dan Pengiriman Kilat Jadi Tren E-Commerce Tahun Ini

Layanan pengiriman kilat, paylater, live streaming dan omni-channel diramal tren di e-commerce tahun ini. Startup quick commerce yang menawarkan kecepatan pun diminati investor pada awal 2022.
Image title
10 Februari 2022, 18:33
e-commerce, tokopedia, shopee, paylater, quick commerce
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

SurveySensum memperkirakan, layanan pengiriman kilat (quick commerce) dan metode pembayaran mencicil (paylater) tren di e-commerce tahun ini. Selain itu, akan masif live streaming dan omni-channel.

Prediksi itu tertuang dalam laporan bertajuk ‘Tren E-commerce 2022 di Indonesia’. Ini berdasarkan survei kepada 1.000 responden bulan lalu dan membandingkannya dengan data 2021.

Quantitative Research Manager NeuroSensum Indonesia Oscar Simamora mengatakan, berdasarkan survei tersebut, e-commerce akan mengandalkan layanan pengiriman kilat. Alasannya, permintaan melonjak sejak tahun lalu.

"Ini konsumen secara produk mereka menginginkan layanan cepat," kata Oscar dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/2).

Advertisement

SurveySensum mencatat, terdapat peningkatan 42% pencarian untuk belanja cepat atau quick commerce pada 2021.

Dikutip dari Statista, quick commerce merupakan istilah yang menggambarkan bentuk e-commerce dengan pengiriman pesanan dalam jumlah kecil namun cepat.

Produk di platform quick commerce biasanya harus cepat diantar, seperti bahan makanan segar atau produk-produk rumah tangga.

Sejumlah platform digital di Indonesia mulai gencar menyediakan layanan quick commerce. Setidaknya, ada tujuh startup yang menghadirkan solusi ini, yaitu:

  1. Tokopedia melalui Tokopedia NOW! Dengan pengiriman maksimal dua jam
  2. Shopee lewat Shopee Express Instant, pengiriman maksimal tiga jam setelah diterima kurir
  3. TaniHub
  4. Sayurbox
  5. Segari
  6. Bananas
  7. Astro yang menyediakan layanan pengiriman kilat 10 menit

"Konsumen tidak lagi ingin dapat layanan pengiriman dari fasilitas logistik biasa, tapi ingin layanan seperti GrabExpress," katanya.

SurveySensum mencatat, pencarian untuk layanan instan meningkat 700% tahun lalu. Pertumbuhan layanan same day delivery pun melonjak tiga kali lipat. 

Selain itu, belanja menggunakan layanan live streaming atau live commerce diramal njadi tren tahun ini. SurveySensum mencatat, fitur ini mendongkrak 40% penjualan.

Belanja omni-channel juga diramal tren tahun ini. Sebanyak 91% konsumen berharap penjual menyediakan layanan online dan offline.

Tren lainnya, konsumen akan semakin memperhatikan ulasan produk. SurveySensum mencatat, pencarian ulasan produk meningkat 240% tahun lalu.

"Ini karena konsumen lebih menginginkan kualitas produk. Apabila di ulasannya jelek, mereka tida akan beli," katanya.

Lalu, konsumen juga akan semakin banyak menggunakan paylater. SurveySensum mencatat, 10% konsumen e-commerce membayar dengan mencicil. Pertumbuhan penggunanya meroket dua kali lipat tahun lalu.

"Layanan ini mencatatkan pertumbuhan signifikan. Kalau dilihat dua tiga tahun kebelakang, belum muncul. Ini terus bertumbuh. Konsumen menunjukkan ketertarikan terhadap paylater," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait