SKK Migas Sebut Produksi 3 Proyek Migas Mundur Karena Pandemi Corona

SKK Migas menyebut proyek Tangguh Train 3, Jambaran Tiung Biru, dan Blok Masela mundur karena penyebaran Covid-19.
Image title
15 Mei 2020, 17:36
blok masela, blok migas, skk migas, produksi migas, pandemi corona, covid-19, virus corona
Katadata
Ilustrasi, blok migas. SKK Migas menyebut tiga proyek migas strategis nasional terancam mundur karena pandemi corona.

Pandemi corona telah mengganggu kegiatan hulu migas. Alhasil, jadwal produksi sejumlah blok migas terlambat. 

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyebut pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela mengalami keterlambatan. Pasalnya, Inpex Corporation selaku operator blok tersebut kesulitan mengimpor barang selama pandemi corona.

SKK Migas bersama Kementerian ESDM dan Inpex bakal melaksanakan pertemuan pada pekan depan untuk membahas persoalan tersebut. "Selasa besok akan ada pertemuan antara Inpex dan ESDM," kata Julius pada Jumat (15/5).

Proses pengembangan proyek Blok Masela telah mencapai tahap tender Front End Engineering Design (FEED) dan pembuatan pedoman rencana tender Engeineering, Procurement and Construction (EPC). Nantinya FEED dan EPC akan digunakan untuk menentukan Final Investment Decision (FID).

Advertisement

SKK Migas menargetkan FID bisa rampung pada kuartal keempat 2022. Dengan begitu, Blok Masela diharapkan berproduksi pada 2026.

(Baca: Satu Proyek Migas Terancam Mundur Tahun Depan Imbas Corona)

(Baca: Satu Proyek Migas Terancam Mundur Tahun Depan Imbas Corona)

Selain Blok Masela, ada dua proyek yang diproyeksi mundur dari jadwal produksi pada tahun depan, yaitu Tangguh Train 3 yang dikelola oleh BP Indonesia dan JTB yang dikelola Pertamina EP Cepu.

Menurut Julius, jadwal onstream proyek tersebut mundur selama dua hingga tiga bulan. Pasalnya, kontraktor migas harus mengurangi jumlah pekerja yang berada di lapangan.

Julius mencontohkan, proyek Tangguh Train 3 yang biasanya dikerjakan oleh 13 ribu orang, harus dikurangi hingga enam ribu orang karena virus corona. Hal yang sama juga terjadi pada proyek JTB di Jawa Timur.

"Mau tak mau sedikit mengalami kemunduran," kata Julius. 

Tiga proyek migas tersebut merupakan bagian dari empat proyek migas yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional. Satu proyek lainnya yaitu Indonesia Deep Water Development Project atau IDD di Kalimantan Timur yang dioperatori oleh Chevron.

SKK Migas menyebut proyek tersebut mandek karena kontraktor migas belum juga menyerahkan revisi rencana pengembangan (PoD) IDD tahap II.

"IDD belum bergerak dan masih menyiapkan POD," kata dia. 

(Baca: Pengeboran Proyek Meliwis Terkendala, Tambahan Produksi Gas Terhambat)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait