Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 naik 4,4% selama sepekan terakhir.
Image title
14 Oktober 2020, 09:29
covid-19, virus corona, pandemi corona, satgas covid-19, jakarta
ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.
Pasien positif COVID-19 di RSUD Arifin Achmad (tengah) di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (31/5/2020). Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan jumlah pasien sembuh di Indonesia mencapai 77,3%, lebih tinggi dari rata-rata dunia 75,1%.

Perkembangan penanganan virus corona di Indonesia mulai menunjukkan hasil signifikan. Terutama dalam jumlah jumlah kesembuhan pasien Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut ada 4.777 kasus sembuh pada 13 Oktober 2020. Total kasus sembuh di Indonesia pun mencapai 263.296 atau 77,3 persen, lebih tinggi dari kasus sembuh rata-rata dunia sebesar 75,1 persen. 

"Jumlah kesembuhan terus mengalami peningkatan. Di pekan ini kesembuhan mengalami peningkatan 4,4 persen. Kami mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan kesembuhannya,"ujar Wiku dikutip dari covid-19.go.id pada Rabu (14/10).

Jika dilihat data mingguan, Wiku mengatakan ada lima provinsi yang mengalami kenaikan kesembuhan tertinggi. Seperti Jawa Barat yang kasus kesembuhannya naik 2.055  dari 1.276 kasus menjadi 3.331 kasus.

Advertisement

Kemudian, Sumatera Barat naik 466 kasus dari 756 kasus menjadi 1.222 kasus. Selanjutnya, Kepulauan Riau naik 379 kasus dari 167 kasus menjadi 546 kasus.

Disusul kasus kesembuhan di Jawa Tengah yang naik 324 kasus menjadi 1.759 kasus, dan Kalimantan Timur naik 190 kasus menjadi 1.221 kasus.

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Maluku Utara sebesar 89,23 persen, Gorontalo 88,63 persen, Kalimantan Utara 88,06 persen, Kalimantan Selatan 87,12 persen dan Jawa Timur 86,18 persen.

"Dimohon 10 provinsi itu terus mempertahankan dan meningkatkan angka kesembuhan, dan provinsi lainnya mari berlomba-lombalah untuk mencapai angka kesembuhan tertinggi, sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan secara nasional," kata Wiku.

 

Untuk jumlah kasus meninggal hingga hari kemarin mencapai 12.027 atau 3,5 persen, masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia 2,85 persen. Meskipun kasus kematian Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir telah turun 9,9 persen dari pekan sebelumnya.

Oleh karena itu, Satgas bakal fokus untuk menekan kasus kematian. Terutama di lima provinsi yang  mencatatkan kasus kematian tertinggi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta sebanyak 65 orang, Jawa Tengah tujuh orang, Kepulauan Riau empat orang, Kalimantan Tengah tiga orang dan Sulawesi Tengah dua orang.

"Tingkatkan kualitas pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit, perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan. Koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas apabila memerlukan bantuan," katanya.

Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan menyatakan kasus aktif di Indonesia saat ini mencapai 65.299 kasus atau 19,2 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia 21,9 persen.

Namun, perkembangan kasus positif Covid-19 secara mingguan naik 5,9%. Adapun kasus tertinggi dalam sepekan terakhir berada di lima provinsi, yaitu Jawa Tengah sebanyak 499 kasus, Jawa Barat 383 kasus, Papua Barat 314 kasus, Sulawesi Selatan 277 kasus, dan Sulawesi Tenggara 204 kasus.

Daerah Tak Boleh Lengah Protokol Kesehatan

 

Dengan angka-angka tersebut, seberan peta zonasi dalam sepekant erakhir menunjukkan zona merah (jumlah kasus tinggi) menurun dari 54 menjadi 53, zona oranye meningkat dari 307 menjadi 336, dan zona kuning (rendah) turun dari 121 menjadi 100.

Sedangkan jumlah zona hijau (tidak ada kasus baru) berkurang dari 17 menjadi 11 kabupaten/kota. Begitu juga daerah tidak terdampak turun dari 15 menjadi 14 kabupaten/kota.

"Sangat disayangkan bahwa terdapat lebih dari 50 persen kabupaten/kota yang sebelumnya berada di zona hijau berpindah menjadi zona kuning, oranye bahkan merah pada pekan ini," kata Wiku.

Dia juga menyoroti turunnya jumlah wilayah zona kuning pada sepekan terakhir. Hal itu menandakan bahwa daerah lengah atau merasa sudah nyaman dalam penanganan kasus Covid-19.

"Meskipun daerah dengan zona merah atau zona risiko tinggi cenderung menurun jumlahnya setiap pekan, bukan berarti kabupaten/kota sudah merasa aman berada di zona oranye," ujarnya.

Dia pun meminta pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan #Gerakan3MSeperti menggunakan masker ketika keluar rumah. Masker harus digunakan dengan benar, menutupi hidung, mulut, hingga dagu. 

Selanjutnya, selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Pasalnya, berada di kerumunan bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. Terakhir, selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait