Pecah Rekor Lagi, Kasus Covid-19 di RI Bertambah 8.854 Orang

Tingkat positif Indonesia berkisar 19%. Hal itu menunjukkan penularan virus corona di Indonesia cukup tinggi.
Image title
6 Januari 2021, 16:58
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M, jakarta, satgas covid-19
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Warga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021). Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jawa Barat cukup tinggi sehingga berkontribusi pada lonjakan kasus Covid-19 Indnesia.

Indonesia kembali mencetak rekor baru selama pandemi corona. Pada Rabu (6/1), Kementerian Kesehatan mencatat tambahan kasus Covid-19 mencapai 8.854.

Angka tersebut melebihi tambahan kasus baru pada 3 Desember 2020 sebesar 8.369 kasus. Adapun penambahan kasus tertinggi berasal dari Jakarta dengan 2.402.

Disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing sebanyak 1.470 dan 1.023. Selanjutnya, Jawa Timur dengan 845 dan Sulawesi Selatan sebanyak 463.

Dengan adanya tambahan kasus baru tersebut, total orang yang terinfeksi virus corona di Tanah Air mencapai 788.402. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14,3% atau 112.593 merupakan kasus aktif. Angka kasus aktif meningkat hingga 1.900 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Kasus aktif merupakan jumlah orang yang dirawat atau isolasi mandiri. Meningkatnya kasus aktif menyebabkan keterisian rumah sakit semakin penuh.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Dengan kondisi tersebut, dia menyebut Indonesia dalam keadaan darurat.

"Di beberapa daerah, keterisian tempat tidur per 2 Januari 2021 sudah melebihi 70%," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/1).

Seperti keterisian rumah sakit di Jakarta yang mencapai 84,74%, Banten 84,52%, Yogyakarta 83,36%, dan Jawa Barat 79,77%. Kemudian, Sulawesi Barat 79,31%, Jawa Timur 78,41%, Jawa Tengah 76,27%, Sulawesi Selatan 72,40% dan Sulawesi Tengah 70,59%.

Ia pun menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjalankan protokol kesehatan. Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru.

"Satu-satunya cara mencegah penularan yaitu menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ujar Wiku.

Jumlah Tes makin Banyak, Positivity Rate Masih Tinggi

Di sisi lain, jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 bertambah 6.767. Sehingga totalnya mencapai 652.513 atau 82,8% dari kasus positif.

Sedangkan kasus kematian meningkat sebanyak 187. Dengan begitu total orang yang meninggal akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 23.296 atau 3% dari total terkonfirmasi Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga mencatat jumlah orang dites bertambah 44.734 pada Rabu (6/1). Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa meningkat 67.908.

Dengan penambahan angka positif Covid-19 sebesar 8.854 orang, tingkat positif atau positivity rate mencapai 19,79%. Tingkat positif didapat dari pembagian kasus positif dengan jumlah orang yang diperiksa.

Adapun tingkat positif Indonesia tergolong cukup tinggi. Berdasarkan standar WHO, tingkat positif harus mencapai 5% jika suatu suatu negara ingin dianggap mampu mengendalikan virus corona. 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait