Terapi Sel Punca Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19 Gejala Berat

Sel punca memiliki kemampuan perbaikan jaringan sehingga dapat menggantikan sel yang rusak akibat infeksi virus corona.
Image title
5 Februari 2021, 19:59
sel punca, stem cell, kemenristek, riset, teknologi, kesehatan, obat virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Bambang menyebut terapi sel punca dapat membantu kesembuhan pasien Covid-19. Sehingga jumlah kematian dapat menurun.

Pemerintah terus mengembangkan pengobatan bagi pasien Covid-19. Salah satunya melalui penggunaan sel punca.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Universitas Indonesia (UI) telah melaksanakan uji klinis pengobatan sel punca (stem cell). Hasilnya menunjukkan sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cell) bermanfaat untuk pasien Covid-19 kategori berat.

Dengan hasil tersebut, peneliti UI tengah mengajukan izin pemanfaatan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika mendapatkan izin, terapi sel punca dapat melengkapi plasma konvalesen yang telah dinyatakan efektif untuk penderita COVID-19 kategori ringan sampai sedang.

"Jadi untuk yang berat barangkali stem cell, sedangkan untuk yang ringan ke sedang itu plasma konvalesen," ujar Bambang dalam Webinar Forum Diskusi Ilmiah Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dengan tema "Alternatif Terapi COVID-19 dengan Mesenkimal Sel Punca dan Eksosom, Bukti Klinis Bicara" di Jakarta, Jumat (5/2).

Advertisement

Lebih lanjut, dia mengatakan riset dan pemanfatan sel punca harus terus diperkuat sehingga lama kelamaan dapat terjamin keamanan dan efektivitasnya. Sehingga terapi itu dapat meningkatkan kesembuhan dan menurunkan risiko kematian pada pasien Covid-19.

Ketua Konsorsium Sel Punca PRN Ismail Hadisoebroto Dilogo mengatakan sel punca memiliki fungsi untuk melakukan reparasi atau perbaikan jaringan. Sel punca diimplantasikan ke daerah sel yang rusak sehingga dapat menggantikan sel yang rusak.

Bukti klinis menunjukkan antara lain seorang perempuan berumur 60 tahun yang diberikan terapi sel punca bisa sembuh dari Covid-19 setelah 12 hari perawatan. Kemudian, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sembuh dari infeksi virus corona setelah diberikan terapi sel punca dan menjalani perawatan selama lima hari.

Selain itu, seorang pria berusia 65 tahun sembuh dari Covid-19 setelah 23 hari menjalani perawatan. Terakhir,  seorang pria berusia 39 tahun sembuh dari penyakit setelah 17 hari perawatan.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait