Transisi ke Tambang Bawah Tanah, ESDM Minta Freeport Gunakan SDM Papua

Saat ini tenaga kerja langsung Freeport berjumlah 6.943 orang, terdiri dari tenaga kerja asing 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia 6.791 orang.
Image title
22 Desember 2019, 12:55
freeport indonesia, kementerian ESDM, sdm,
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta PT Freeport Indonesia agar mengutamakan masyarakat Papua, terkait transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine).

"Wilayah ini memiliki potensi sumber mineral yang sangat besar. Harus kita manfaatkan. Saya senang bila pekerjaan ini banyak dilakukan oleh putra-putri lokal dari Papua,” kata Arifin di Papua, Minggu (21/12).

Oleh karena itu, lanjut Arifin, hal ini harus menjadi perhatian khusus dari manajemen Freeport untuk  membina dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Papua. Dia mengatakan bahwa saat ini Pemerintah, tengah berdiskusi dengan manajemen Freeport terkait pengembangan SDM.

"Kami ada program politeknik (pertambangan). Ini memfasilitasi SDM lokal yang nantinya bisa menjadi potensi andalan daripada industri pertambangan Freeport. Kita harus bisa bina agar menciptakan keharmonisan di masyarakat Papua. ini obsesi Pemerintah yang di dukung oleh Undang-undang," jelasnya.

Advertisement

(Baca: Transisi Tambang Grasberg, Penjualan Freeport Kuartal III Turun 60%)

Berdasarkan data sampai dengan 2019, tenaga kerja langsung Freeport sebanyak 6.943 orang, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang.

Sementara itu,  Arifin juga menyoroti kelanjutan proses produksi  Freeport  yang akan dilakukan di tambang bawah tanah. Dia menyarankan agar perusahaan mengurangi risiko yang bisa menghambat produksi.

Salah satunya hambatan yang menjadi tantangan terbesar adalah terkait pemisahan air dengan dalam proses penambangan (wet max). "Saya percaya dengan kemampuan Freeport yang sudah berkecimpung lama di dunia pertambangan," kata Arifin.

Mulai  2020 sampai dengan 2023 Freeport akan melakukan penambangan bawah tanah, menggantikan Grasberg open pit, di wilayah DOZ, Big Gossan, DMLZ dan Grasberg Block Cave. Volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada 2020 sebesar 96 ribu ton/hari, 2021 sebesar 160 ribu ton/hari, 2022 sebesar 216 ribu ton/hari, dan 2023 sebesar 217 ribu ton/hari.

Saat ini, Freeport memiliki 6 (enam) blok/prospek dengan volume tambang sebesar 2.756.729 kilo ton dengan kadar rata-rata Cu (tembaga) 0,67%; Au (emas) 0,59 gr/ton; dan Ag (perak) 3,51 gr/ton. Sedangkan cadangan sebesar 1.869.083 kilo ton dengan kadar rata-rata: tembaga 1,03%; emas 0,79 gr/ton dan perak 4,52 gr/ton.

(Baca: Bangun Smelter, Bumi Minerals Jajaki Kerja Sama dengan Freeport)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait