Tayang 29 Agustus, Gundala Jadi Film Perdana Jagat Semesta BumiLangit

Film Gundala akan menjadi film pembuka Jagat Semesta BumiLangit, serupa dengan Marvel Cinematic Universe, dan DC Extended Universe.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
28 Mei 2019, 20:25
film gundala, joko anwar, jagat semesta bumilangit
Youtube/Screenplay Films
Potongan adegan dalam teaser trailer film Gundala yang disutradarai Joko Anwar.

Sutradara film Gundala, Joko Anwar menyatakan bahwa Gundala akan menjadi pembuka Jagat Semesta BumiLangit buatan Bumilangit Studios. Tak kalah dari Marvel Cinematic Universe dari Marvel Studios atau DC Extended Universe dari DC Films, Bumilangit Studios punya hak cipta lebih dari 1.100 karakter komik Indonesia.

Joko mengungkapkan bukan hanya Gundala, masih banyak lagi karakter keren yang akan muncul dalam Jagat Sinema Bumilangit. "Kita sudah merancang semestanya, karakternya jauh lebih banyak lagi," katanya dalam konferensi pers Gundala di Jakarta, Selasa (28/5).

Dia menceritakan, pengerjaan film Gundala juga memakan waktu sekitar dua tahun dengan skenario yang detail. Dia pun mengungkapkan penggarapan Gundala secara serius dalam 53 hari pengambilan gambar dan jumlah pemain yang ikut serta mencapai 1.800 orang.

Menurut Joko, Gundala adalah karakter yang bakal menyatukan semua orang sesuai dengan komik. "Tidak cukup tayang dalam satu film, Gundala akan muncul dalam film lain sebagai tokoh pemersatu, cerita asalnya juga begitu," ujarnya.

(Baca: Gundala, Film Jagoan Karya Joko Anwar yang Tuai Pujian Sebelum Tayang)

Dia menambahkan, latar waktu Gundala bakal menggunakan waktu tahun 2019. Namun, karakter Gundala tetap sesuai komik dan catatan Harya Suraminata yang akrab dipanggil Hasmi sebagai pembuat karakter.

Gundala pertama kali muncul dalam komik Gundala Putra Petir tahun 1969 oleh penerbit Kentjana Agung. Pengenalan Gundala ke film layar lebar menjadi salah satu momen peringatan ulang tahun ke-50 karakter tersebut.

Joko menuturkan, Gundala bakal tayang pada 29 Agustus mendatang. Saat ini, proses penyempurnaan film berdurasi hampir dua jam itu sudah mencapai 95%. Gundala pun menjadi film lokal pertama yang akan menggunakan tata suara Dolby Atmos.

Dia menekankan tidak memiliki target yang besar untuk kesuksesan film. Namun, dia optimistis bisa menawarkan film yang bisa menyentuh banyak orang. "Kami ingin orang yang menonton senang dan menyiarkan kepada orang lain, kami ingin Gundala jadi film yang bisa orang Indonesia banggakan," ujar Joko.

(Baca: Superhero Indonesia, dari Komik ke Layar Lebar)

Nama-nama artis peran besar pun ikut memeriahkan film. Abimana Aryasatya, Rio Dewanto, dan Ario Bayu, ikut serta dalam film. Abimana yang berperan sebagai Gundala dan Sancaka ikut mendalami naskah dengan detail dan memberikan improvisasi tinggi.

Tara Basro yang berperan sebagai Merpati juga memberikan respons positif. Merpati juga akan menjadi salah satu jagoan dari Jagat Sinema Bumilangit. "Saya tidak sabar menunggu filmnya tayang. Saya senang sekali karena banyak kemungkinan yang bisa saya eksplorasi," kata Tara.

Begitu juga komentar Marissa Anita yang berperan sebagai ibu Sancaka waktu kecil. Dia mengungkapkan Joko mampu memberikan pengarahan yang bagus supaya para pemeran menjadi lebih dewasa dan performanya semakin meningkat.

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait