Sama Seperti RI, Tunisia Kerek Harga Gas dan BBM untuk Pangkas Subsidi

Tunisia menaikkan harga gas untuk memasak menjadi sekitar Rp 41.163 per tabung, dan harga BBM bensin RON 95 menjadi Rp 11.226 per liter untuk menghemat beban subsidi energi.
Happy Fajrian
19 September 2022, 14:16
tunisia, harga bbm, subsidi energi, harga gas, harga bensin
ANTARA FOTO/REUTERS/Zoubeir Souissi/wsj/cf
Suasana di kota pinggir pantai Nabeul, Tunisia, Kamis (23/4/2020). Tunisia menaikkan harga gas dan BBM untuk menekan beban subsidi energi.

Indonesia beberapa waktu lalu menaikkan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar untuk menekan biaya subsidi dan kompensasi energi yang terus membengkak seiring tingginya harga energi. Di belahan dunia lain, Tunisia juga menaikkan harga gas untuk memasak dan BBM untuk alasan yang sama.

Negara Afrika Utara yang secara geografis dekat dengan Italia dan Malta ini menaikkan harga tabung gas untuk memasak sebesar 14% dan BBM sebesar 3% sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi beban subsidi energi.

Ini merupakan syarat yang diajukan oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) jika Tunisia ingin mendapatkan dukungan pembiayaan baru untuk mengatasi krisis keuangan yang terjadi.

Kementerian Energi Tunisia mengatakan harga gas untuk memasak akan naik dari 7,75 dinar atau Rp 36.251 dengan nilai tukar Rp 4.677 per dinar Tunisia, menjadi 8.8 dinar atau Rp 41.163. Ini menjadi kenaikan harga gas pertama dalam 12 tahun.

Advertisement

“Harga bensin, akan dinaikkan dari 2,33 dinar (Rp 10.898) per liter menjadi 2,4 dinar (Rp 11.226) per liter, naik 3%,” kata tulis pernyataan kementerian energi Tunisia, seperti dikutip Reuters, Senin (19/9).

Kenaikan harga BBM tersebut merupakan yang keempat kalinya pada tahun ini. Tunisia memperkirakan defisit anggarannya akan meningkat menjadi 9,7% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun ini, naik dari yang diperkirakan sebelumnya 6,7%.

Meningkatnya defisit disebabkan oleh terus menguatnya nilai tukar dolar terhadap mata uang sejumlah negara di dunia, termasuk Tunisia, dan peningkatan tajam dalam harga biji-bijian dan energi.

Defisit neraca energi meningkat dua kali lipat menjadi 6 miliar dinar (sekitar Rp 28 triliun) dalam delapan bulan pertama 2022 dibandingkan dengan 2,9 miliar dinar (Rp 13,56 triliun) pada tahun sebelumnya, didorong oleh dampak perang di Ukraina.

Adapun jenis bensin yang dijual di negara Afrika Utara ini adalah berjenis RON 95. Sehingga harganya masih relatif lebih murah dengan kualitas yang jauh di atas bensin yang dijual di Indonesia yakni Pertalite (RON 90) yang harganya naik menjadi Rp 10.000 per liter, ataupun Pertamax (RON 92) yang naik menjadi Rp 14.500 per liter.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait