Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi total subsidi energi yang harus dikeluarkan negara pada 2026 dapat mencapai Rp 400 triliun.
Kementerian Keuangan akan membuat basis data tunggal untuk penyaluran BBM subsidi, dengan integrasi dari berbagai sumber data untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran.
Meski sudah memiliki tiga formulasi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait keputusan final skema penyaluran subsidi energi.
Prabowo berencana mengganti subsidi BBM, LPG, dan listrik dengan BLT yang ditujukan untuk memperbaiki penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin, menurut Ketua Dewan Pakar TKN, guna menghemat anggara
Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran DPR sepakat untuk memangkas anggaran subsidi energi pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025.