Terdorong Kinerja Positif Wallstreet, IHSG Bergerak Naik Pagi Ini

Data inflasi dan PMI manufaktur Indonesia bulan Desember 2018 yang mengalami kenaikan diprediksi akan menjadi penggerak IHSG hari ini.
Image title
3 Januari 2019, 10:47
Pembukaan Perdagangan Saham 2019
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri), Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara (kanan), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi (kedua kanan), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kedua kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (ketiga kanan) bertepuk tangan usai membuka perdagangan saham 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Indeks Harga Saham Gabun

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (3/1) sempat dibuka di zona merah dengan koreksi 0,08%. Namun, IHSG dengan cepat membalikkan keadaan dan kembali naik ke zona hijau hingga ke posisi 6.214,89 atau naik 0,54%.

Sejumlah sentimen dari dalam negeri diperkirakan menjadi penggerak IHSG kembali ke zona hijau, di antaranya, pengumuman tingkat inflasi Desember 2018 sebesar 0,62% yang menjadi inflasi bulanan tertinggi sepanjang 2018. Naiknya inflasi bulanan menunjukkan adanya peningkatan belanja masyarakat sepanjang Desember.

Data inflasi juga turut didukung oleh data Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia untuk Desember 2018 naik menjadi 51,2 dari 50,4 pada November. Indeks ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manufaktur yang didorong oleh peningkatan permintaan.

(Baca: Empat Tahun Berturut, IHSG Selalu Koreksi di Tahun Baru)

Advertisement

Kepala analis Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya dalam risetnya memprediksi, dua data tersebut akan mendorong IHSG bergerak naik hari ini. "IHSG akan trade mixed to higher hari ini karena peningkatan inflasi inti dan PMI manufaktur Indonesia yang membaik," katanya.

Perkembangan dari Wallstreet yang bergerak naik pada perdagangan perdananya di tahun 2019 walaupun kenaikannya tipis, yakni Dow Jones hanya naik 0,08%, S&P 500 naik 0,13%, dan Nasdaq naik 0,46%.

Walau naik, kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih membayangi. Terlebih lagi rilis data PMI manufaktur AS menunjukkan penurunan dari 53,9 pada bulan November, menjadi 53,8 Desember kemarin yang menunjukkan aktivitas manufaktur disana sedikit terkontraksi.

Terbukti, Apple Inc. menjadi salah satu perusahaan yang menurunkan target pendapatannya untuk triwulan I 2019 ini karena lesunya penjualan produk Apple baik di domestik maupun luar negeri. Apple memangkas proyeksi pendapatannya dari kisaran US$ 89 miliar hingga US$ 93 miliar menjadi US$ 84 miliar.

Tidak hanya IHSG, beberapa bursa Asia juga turut dibuka di zona hijau pagi ini berkat dorongan dari Wallstreet, antara lain indeks Shanghai naik 0,45%, indeks Hang Seng naik 0,08%, dan indeks Kospi naik 0,11%.

(Baca: BEI Catat 12 Perusahaan Siap IPO di Awal Tahun 2019, Tak Ada BUMN)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait