IHSG Diramal Naik Didorong Sentimen Dari Cina, Ini Saham Pilihannya

Analis memprediksi pergerakan IHSG hari ini lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal, salah satunya data industrial Cina.
Image title
27 September 2021, 06:36
ihsg, ihsg hari ini, saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Jakarta.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,03% menjadi di level 6.144 pada perdagangan terakhirnya, Jumat (24/9). Beberapa analis memprediksi IHSG hari ini, Senin (27/9) melanjutkan kenaikannya.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai IHSG akan naik dengan area resisten di level 6.186-6.165. Sementara, area support di level 6.121-6.098. Meski demikian, ia memprediksi kenaikan tersebut dalam rentang terbatas.

"Investor akan mencermati data industrial Cina pada awal pekan. Sementara dari Indonesia masih minim sentimen," kata Dennies dalam riset tertulisnya.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan akan terhambat.

Dennies merekomendasikan saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk beli. Pasalnya, indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen netral cenderung positif.

Selain itu, ada saham Adaro Energy (ADRO) yang direkomendasikan untuk beli namun bersifat spekulatif. Indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen negatif, atau Indikator teknikal negatif dengan sentimen positif.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi wajar. Area pergerakan indeks diperkirakan ada di antara 5.969 dan 6.202.

William menilai, IHSG yang sedang di fase konsolidasi wajar dikarenakan masih minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG hingga jelang berakhirnya kuartal yang ketiga.

Sedangkan para investor asing terlihat mulai mencatatkan pertumbuhan capital inflow yang kembali pada pasar modal Indonesia. "Hal ini tentunya mulai menunjukkan kepercayaan para investor terhadap pasar modal Indonesia," katan William.

Ia menilai, investor bisa memanfaatkan momentum tekanan, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Pasalnya, dengan pergerakan fluktuatif yang terjadi dalam IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek.

Ada sejumlah saham yang menurutnya layak untuk diperhatikan oleh investor, seperti Indofood CBP Sukses Makmur, Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Astra International (ASII), dan Telkom Indonesia (TLKM).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait