Omicron Merebak, Kunjungan Turis ke RI 2022 Diramal hingga 3,6 Juta

Di tengah kekhawatiran Omicron, pergerakan wisatawan domestik kini menjadi andalan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Image title
27 Desember 2021, 19:16
omicron, turis, pariwisata
Kemenparekraf
Gili Trawangan salah satu destinasi primadona yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami pukulan keras selama pandemi covid-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,8 juta hingga 3,6 juta orang di tahun 2022.

Proyeksi moderat tersebut diambil berdasarkan tingkat kunjungan wisman di pada tahun 2021 yang diperkirakan hanya menembus 1,5 juta orang.

Proyeksi tersebut juga didasarkan pada ketidakpastian kondisi global terkait pandemi Covid-19, terutama dengan adanya varian baru Omicron.

Penyebaran varian tersebut menyebabkan pemerintah kembali memperketat kedatangan wisatawan asing untuk menekan angka penularan Covid-19.

Advertisement

"Jumlah wisatawan mancanegara selalu menjadi angka yang kita kejar, tapi kali ini begitu kita melihat angka di 2020 sebanyak 4 juta, kemudian tahun ini 1,5 juta. Maka tahun depan kita fokuskan di 1,8 sampai dengan 3,6 juta wisman," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam 'Jumpa Pers Akhir Tahun 2021 Kemenparekraf', Senin (27/12).

 Sementara itu, untuk jumlah pergerakan wisatawan domestik, Sandiaga menargetkan akan ada 260 juta hingga 280 juta pergerakan wisatawan domestik di 2022.

Mantan Wakil Gubenur DKI Jakarta tersebut mengatakan saat ini pergerakan wisatawan domestik menjadi andalan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif..

Terkait jumlah tenaga kerja pariwisata, Kemenparekraf menargetkan akan tercipta sebanyak 400 ribu lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwista.

Sementara itu, 600-700 ribu lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif diharapkan tercipta dengan ditopang oleh sektor unggulan seperti kuliner, kriya dan fesyen, aplikasi, game, televisi dan radio.

"Sementara itu, kita masih menargetkan peringkat Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) kita ada perbaikan, namun dengan keadaan seperti sekarang, kita melihat realita bagaimana Indonesia memiliki TTCI untuk dalam negeri," ujar dia.

 Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan akan terus memfokuskan program sertifikasi Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE untuk memastikan destinasi wisata aman dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sejak 2020, Kemenparekraf telah menerbitkan 11.986 sertfikasi CHSE bagi usaha pariwisata dan destinasi wisata.

Sandiaga berharap, sertifikasi CHSE dapat dijadikan sebagai gold standar oleh industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menjalankan usahanya di masa pandemi dan setelah pandemi.


Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisawatan mancanegara (wisman)pada bulan Oktober mencapai 151 ribu orang, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kendati demikian, mayoritas kedatangan ini bukan untuk tujuan wisata.

jumlah kunjungan wisman secara kumulatif Januari-Oktober 2021 anjlok 64,37% dari periode yang sama tahun lalu.

Jumlah wisman yang masuk ke Indonesia sepanjang 10 bulan terakir sebanyak 1,3 juta orang, lebih rendah dari 3,7 juta orang tahun lalu.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait