Kanwil BC Bali dan Kemenkop UKM Dorong Peningkatan Ekspor Nasional

Sulaiman menyatakan Bea Cukai mendukung peningkatan ekspor nasional. Dalam proses bisnis ekspor ada beberapa fasilitas kemudahan yang dapat diterima oleh pelaku usaha.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
27 November 2020, 19:30
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Badung – Dalam rangka identifikasi perluasan akses pemasaran untuk mendukung peningkatan ekspor nasional, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Sulaiman menjadi narasumber acara focus group discussion (FGD) Konsolidasi UKM Ekspor yang digelar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, pada Senin (23/11).

Sulaiman menyatakan Bea Cukai mendukung peningkatan ekspor nasional. Dalam proses bisnis ekspor ada beberapa fasilitas kemudahan yang dapat diterima oleh pelaku usaha. Salah satunya KITE (kemudahan impor tujuan ekspor) dan TPB (tempat penimbunan berikat). Dengan menggunakan fasilitas KITE, pengusaha akan mendapatkan pembebasan atau pengembalian bea masuk serta pajak pertambahan nilai (PPN),”terhadap pembelian produk impor yang merupakan bahan baku produk tujuan ekspor sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai provinsi yang mengandalkan industri pariwisata, menurut Sulaiman, Bali merupakan salah satu provinsi yang terdampak pandemi Covid-19 cukup parah dengan pertumbuhan ekonomi minus 12 persen. Peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dituntut untuk selalu proaktif menghadapi situasi tersebut, khususnya dalam mendukung perekonomian nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Ia pun mengatakan bahwa FGD yang dihadiri 30 pengusaha UKM pelaku ekspor di Provinsi Bali tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan UKM pelaku ekspor. Selain itu mendapatkan solusi bersama sehingga dapat dilakukan konsolidasi yang diharapkan mampu memulihkan ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi UKM terhadap total nilai ekspor nasional khususnya di Provinsi Bali.

“Dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan peluang ekspor UKM melalui optimalisasi fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai,” ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait