Tes Acak Arus Balik, Ribuan Pemudik Ternyata Positif Covid-19

Pemudik yang diketahui positif Covid-19 dilarang melanjutkan perjalanan dan harus menjalani isolasi.
Image title
24 Mei 2021, 18:12
Petugas memeriksa surat keterangan sehat bebas COVID-19 milik penumpang bus saat pengetatan arus balik Lebaran di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (24/5/2021). Kegiatan pengetatan arus balik Lebaran yang dimulai pada 18-24 Mei 2021 di terminal
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.
Petugas memeriksa surat keterangan sehat bebas COVID-19 milik penumpang bus saat pengetatan arus balik Lebaran di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Senin (24/5/2021). Kegiatan pengetatan arus balik Lebaran yang dimulai pada 18-24 Mei 2021 di terminal terbesar di Bali tersebut diperpanjang hingga 31 Mei 2021 sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 dan mengantisipasi terjadinya klaster baru COVID-19.

Pemerintah melakukan tes acak Covid-19 kepada pemudik yang berasal dari berbagai daerah di Jawa yang kembali menuju Jakarta. Rapid test antigen tersebut dilakukan kepada 156.162 pemudik selama arus balik setelah lebaran.

Hasilnya, "Yang kena Covid-19 ada 1.064 orang," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/5).

Selain itu, pemerintah melakukan tes menggunakan GeNose kepada 340.047 pemudik yang ke ibu kota. Dari jumlah itu, total pemudik yang reaktif Covid-19 sebanyak 6.925 orang.

Pemeriksaan virus corona juga dilakukan pada pemudik asal Sumatera yang kembali ke Jawa. Dari 59.967 orang yang diperiksa dengan rapid test antigen di Lampung, ada 532 orang diketahui positif Covid-19.

Mereka yang status pemeriksaannya reaktif Covid-19 dalam tes cepat, petugas akan melanjutkan dengan tes polymerase chain reaction (PCR) jika tetap positif, mereka harus diisolasi. Sementara mereka yang bergejala langsung dirawat di rumah sakit setempat.

"Setelah pemeriksaan swab PCR, mereka sekarang dalam perawatan di sejumlah tempat di Lampung baik di rumah sakit, maupun di tempat-tempat (isolasi) yg disiapkan Pemerintah Provinvi Lampung," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Simak Databoks berikut: 

Untuk itu, pemerintah akan memperpanjang pengecekan mandatori di Pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga 31 Mei. Sebab, baru 14,9% atau 59.967 pemudik asal Sumatera yang kembali ke Jakarta dari total yang berangkat sebanyak 400 ribu orang.

Sebelumnya, pemerintah menjalankan tes Covid-19 untuk mengantisipasi arus balik mobilitas masyarakat setelah libur Lebaran. Tes ini dilakukan secara acak pada beberapa titik perlintasan di Pulau Jawa. Selain itu, ada mandatory-check wajib untuk penumpang penyeberangan antara Jawa-Sumatera.

Mandatory-check atas dokumen RT-PCR/swab test antigen/GeNose akan dilakukan untuk semua pelaku perjalanan, sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Pengecekan ini diterapkan untuk arus balik dari wilayah di Pulau Sumatra ke Jakarta melalui penyeberangan Bakauheni – Merak, dan akan dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung.

Sedangkan penerapan random-test Covid-19 dilakukan untuk arus pergerakan masyarakat dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat (Jabar) menuju Jakarta, baik melalui jalan tol maupun jalan nasional. Pengecekan dengan rapid test antigen ada di sekitar 21 lokasi titik pengecekan di seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa menuju Jakarta.

Random-test ini terbagi dalam dua kelompok. Pertama, untuk Jalan Tol Trans-Jawa yang dikelola Jasa Marga (dari Timur menuju Jakarta) terdapat 18 lokasi, dengan rincian 13 lokasi di rest area, 4 lokasi di pintu masuk tol utama, serta 1 lokasi di eks Gerbang Tol Cikarang Utama kilometer 31.

Kedua, untuk Jalan Tol Jakarta-Merak (dari Barat menuju Jakarta) terdapat 3 lokasi, dengan rincian dua lokasi di rest area kilometer 45 dan kilometer 68 serta 1 lokasi di Pintu Masuk Tol Cikupa.

Selain itu disiapkan juga random test di beberapa titik di jalan nasional. Saat ini diterapkan di empat lokasi dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan berdasarkan laporan dari Ditlantas Polda.

Di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 setelah lebaran, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan, kecuali untuk hal-hal darurat. Selain itu, protokol Kesehatan melalui Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun harus terus dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait