Menang Suara Pileg, Puan Klaim Dirinya Calon Kuat Ketua DPR

Megawati masih akan membahas kandidat Ketua DPR bersama partai koalisi, dan mengumumkan hasilnya pada September 2019 mendatang.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
25 Juni 2019, 18:01
Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama putrinya Puan Maharani (kiri) dan putranya Muhammad Prananda Prabowo (kedua kanan) menunjukkan jarinya yang telah dicelup tinta seusai menggunakan hak pilihnya
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama putrinya Puan Maharani (kiri) dan putranya Muhammad Prananda Prabowo (kedua kanan) menunjukkan jarinya yang telah dicelup tinta seusai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 62, Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ketua DPP (non-aktif) PDIP Puan Maharani mengklaim dirinya merupakan salah satu calon kuat Ketua DPR. Sebab, PDIP merupakan partai pemenang dalam Pileg 2019.

Selain itu, Puan meraih suara terbanyak dalam kontestasi antarcalon anggota DPR tahun ini. Puan diketahui meraih 404.304 suara dalam Pileg 2019.

Suara yang diperoleh Puan tak hanya tertinggi di daerah pemilihannya, yakni Jawa Tengah V. Perolehan suara Puan bahkan menjadi yang paling tinggi di seluruh dapil se-Indonesia.

“Dengan proses Pemilu yang lalu juga alhamdulillah saya bisa kemudian mendapatkan suara terbanyak nasional. Ya mungkin bisa jadi salah satu calon (Ketua DPR) yang kuat,” kata Puan di Jakarta, Selasa (25/6).

Bagaimanapun, Puan menyerahkan keputusan terkait sosok yang akan menjadi Ketua DPR kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebagai pemimpin partai, Puan menilai Megawati lah yang memiliki hak menentukan siapa sosok tepat menduduki kursi orang nomor satu di Senayan tersebut.

(Baca: Gelar Rakernas, PDIP Bahas Agenda Internal Partai)

Terlebih, Puan mengaku belum mengetahui siapa saja sosok lain yang berpotensi menjadi Ketua DPR. Puan mengatakan, keputusan dari Megawati terkait sosok yang menjabat sebagai Ketua DPR baru akan disampaikan tiga bulan mendatang. “Masih menunggu September,” kata Puan.

Sebelumnya, Megawati mengaku senang jika Puan dapat menempati posisi Ketua DPR. Hanya, Megawati menyebut hal tersebut akan dibahas kembali dalam rapat bersama partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Sebab,  posisi pimpinan DPR tidak hanya ketua, tetapi juga posisi wakil ketua. “Karena sudah ada UU MD3. Jadi di situlah kami akan pasti berbicara,” kata Megawati.

Selain Megawati, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga menilai Puan cocok menjadi Ketua DPR. Menurut Muhaimin, Puan memiliki pengalaman yang cukup untuk bisa duduk di kursi orang nomor satu di parlemen tersebut.

(Baca: Pernyataan SBY dan Potensi Retak Koalisi Prabowo-Sandiaga)

Bahkan, Muhaimin menyebut Puan dapat menjadi perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR. Pasalnya, belum pernah ada perempuan yang menjadi Ketua DPR sejak dulu, seluruh Ketua DPR sejak Agustus 1945 merupakan laki-laki.

“Cocok, cocok sekali, Mbak Puan sangat layak jadi Ketua DPR. Mbak Puan mungkin akan membuka sejarah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI," kata Muhaimin di rumah dinas Ketua DPR, Jakarta, Senin (13/5) lalu.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait