SBY Minta Demokrat Tak Diganggu dalam Pemilu 2019

SBY mengaku banyak mendengar informasi dari berbagai pihak soal adanya potensi kecurangan dalam Pemilu 2019.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
22 Desember 2018, 03:00
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat sambutan Rapat Kerja Nasional di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (8/5). \

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar partainya tidak diganggu selama melakukan kampanye politik dalam Pemilu Serentak 2019. SBY mengatakan, partainya selama ini ingin berjuang sesuai amanat konstitusi, Undang-undang dan sistem yang berlaku.

"Tolong kami jangan diganggu karena kami tidak akan mengganggu siapapun," kata SBY di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). 

Menurut SBY, biarlah semua orang mendapatkan ruang dan jalan untuk berikhtiar sekuat tenaga. SBY mengatakan, Pemilu yang damai dan demokratis merupakan hal yang didambakan masyarakat.

Jika hal tersebut terjadi, maka masyarakat akan dapat menerima dengan ikhlas siapapun yang terpilih. Hal berbeda jika gangguan terus dilakukan selama Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, keikhlasan dari masyarakat atas terpilihnya pemimpin di masa mendatang dapat berkurang. "Ini harus kita cegah bersama-sama," kata SBY.

(Baca: SBY Akan Jadi Mentor Debat Prabowo di Pilpres 2019)

SBY pun meminta agar kecurangan dalam Pemilu Serentak 2019 dapat diminamilisasi. Dia mengaku banyak mendengar informasi dari berbagai pihak atas adanya potensi kecurangan Pemilu saat ini.

Dia lantas berkaca pada Pemilu di tiga periode sebelumnya, yakni 2004, 2009, dan 2014. Meski terjadi dinamika dan intensitas kampanye yang tinggi, ketiga Pemilu tersebut relatif berjalan damai jujur dan adil.

Karenanya, SBY ingin Demokrat bersama Gerindra ambil bagian untuk memastikan Pemilu berjalan damai, jujur, dan adil. Jika kecurangan terjadi, terlebih berskala masif, SBY menilai hal tersebut tak baik bagi demokrasi Indonesia. 

"Apalagi kalau rakyat tidak terima, kita bisa alami krisis, dan bukan itu yang kita harapkan," kata SBY.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait