Sejarah Benua Eropa Disebut Negeri Terbenam

Image title
21 Desember 2021, 11:38
Benua Eropa
Pixabay
Benua Eropa

Eropa berasal dari kata ereb (surub). Seorang penulis menyebut Eropa sabagai Negeri Terbenam. Hal itu kebalikan dari Asia yang disebut sebagai Negeri Terbit. Eropa merupakan benua yang daratannya terendah di dunia. Ketinggian rata-rata hanya mencapai 300 meter. Eropa sebenarnya bukan merupakan suatu benua tersendiri, melainkan merupakan semenanjung di Asia.

Bentuk dan kebudayaan Eropa mempunyai ciri-ciri yang unik, sejak dahulu Eropa dianggap sebagai benua tersendiri. Karena Asia dan Eropa menjadi satu, keduanya sering disebut Aspa, singkatan dari Asia dan Eropa. Orang-orang Eropa dahulu menyebut Eurasia (Eropa dan Asia).

Sejarah Benua Eropa

Eropa memiliki sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Palaeolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.

Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat seringkali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme dan hukum yang universal.

Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi. Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik terisolasi di Irlandia dan di beberapa tempat lain menjaga dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah. Pada abad ke-15 Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Perancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.

Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Perancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Perancis. Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru.

Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan dan membentuk Kekaisaran Perancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, namun sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.

Revolusi Industri dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, yang menyebabkan pergeseran dari pertanian, kemakmuran rakyat yang semakin bertambah dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa menemukan bentuknya seperti yang sekarang ini pasca Perang Dunia II. Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi kepada dua blok politik dan ekonomi utama yakni negara-negara komunis di Eropa Timur dan negara-negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1990, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin.

Sejarah Benua Eropa

Eropa memiliki sejarah kebudayaan dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Palaeolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.

Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat seringkali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme dan keuniversalan hukum.

Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine dan Danube selama beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi. Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik terisolasi di Irlandia dan di beberapa tempat lain menjaga dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Advertisement

Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah. Pada abad ke-15 Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Perancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.

Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Perancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Perancis. Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru.

Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan dan membentuk Kekaisaran Perancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, namun sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.

Revolusi Industri dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, yang menyebabkan pergeseran dari pertanian, kemakmuran rakyat yang semakin bertambah dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa menemukan bentuknya seperti yang sekarang ini pasca Perang Dunia II.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi kepada dua blok politik dan ekonomi utama: negara-negara komunis di Eropa Timur dan negara-negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1990, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin.

Karakteristik Benua Eropa

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik benua eropa, terdiri atas:

1. Letak dan Luas Wilayah Benua Eropa

Secara astronomis Benua Eropa terletak antara 36°LU-71°LU dan 9°BB-66°BT. Luas daratan Eropa sekitar seperempat belas luas daratan di bumi dan menduduki peringkat ke-2 terkecil setelah daratan Australia. Benua Eropa membujur dari barat ke timur sejauh 5.300 km dan melintang 3.950 km. Luasnya adalah 10.900.000 km².

2. Batas Wilayah Benua Eropa

Batas Kontinen sebelah timur ditetapkan di daratan mengikuti jalur puncak Pegunungan Ural dan Kaukasus terus ke Laut Kaspia.

Batas-batas benua Eropa adalah sebagai berikut.

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kutub Utara (Arktik)
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Benua Afrika dan Laut Tengah
  • Sebelah timur berbatasan dengan Selat Bosporus dan Laut Hitam
  • Sebelah barat berbatasan dengan Samudera Atlantik

3. Keragaman Penduduk Benua Eropa

Karakteristik benua Eropa lainnya adalah keberagaman populasi yang mendiaminya. Sebagian besar penduduk saat ini merupakan bangsa rasa kaukasian. Namun sejatinya penduduk asli benua Eropa adalah suku Nordik, Alpina, Mediteran, Slavia, dan Dinara. Masing-masing suku memiliki ciri khas yang terlihat di warna rambut dan mata.

  • Nordik : Di wilayah Eropa Utara (Semenanjung Skandinavia, Jerman, Belanda), Mata biru dan rambut pirang.
  • Alpina : Di wilayah Eropa Tengah (Belgia, Swiss, Perancis), Mata coklat dan rambut pirang.
  • Mediteran : Italia, Spanyol, Yunani ; Mata agak kecoklatan dan rambut hitam bergelombang.
  • Slavia : Yugoslavia, Slovakia, Rusia, Bulgaria ; Mata abu-abu biru dan rambut pirang keputihan.
  • Dinara : Rumania, Rambut gelap.

4. Perkembangan Industri di Benua Eropa

Keunikan benua Eropa juga dapat dilihat dari perkembangan industrinya. Negara-negara benua Eropa membangun industri mulai industri ringan sampai berat. Sektor industri perikanan banyak tersebar di negara-negara Eropa Barat yang berbatasan dengan teluk dan laut.

Industri yang berkembang di benua Eropa adalah pertanian, mulai dari sayur, buah, sampai gandum. Selain itu, industri lainnya yang ada di benua Eropa antara lain tekstil, makanan minuman, farmasi, kosmetik, elektronika, transportasi, dan lain sebagainya. Hasil dari industri tersebut digunakan oleh penduduk sekitar. Beberapa lainnya diekspor ke negara lain di luar benua Eropa.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait