Jokowi Minta Pantau Harga Bahan Pokok dan Pasokan BBM Jelang Lebaran

"Dicek selalu di lapangan, agar yang tidak diinginkan tidak terjadi," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
29 Mei 2017, 18:50
Jokowi
Cahyo | Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya lebih sering memantau kesiapan lapangan dalam menghadapi momen hari raya Idul Fitri mendatang. Beberapa hal yang dimaksud presi harga bahan pokok, kesiapan moda transportasi penunjang kelancaran mudik, hingga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

"Dicek selalu di lapangan, agar yang tidak diinginkan tidak terjadi," kata Jokowi dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (29/5). (Baca: Menhub Klaim Kesiapan Semua Moda Transportasi Mudik Capai 80%)

Pengecekan lapangan sangat penting untuk memastikan persiapan pemerintah untuk menghadapi lebaran bisa maksimal. Jika masih ada yang kurang, Presiden memberikan waktu satu bulan kepada jajaran kabinet untuk menyelesaikannya. 

 

Pada rapat sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar kejadian seperti Brebes Exit (Brexit) tahun lalu, tidak terulang. Untuk lebaran tahun ini, pemerintah akan menyediakan kapal Roll On - Roll Off (Ro-Ro) untuk melayani rute langsung Jakarta - Lampung, Jakarta - Semarang, serta Semarang - Surabaya.

(Baca: Lebaran 2017, Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik 11%)

Upaya ini diharapkan bisa menekan kepadatan lalu lintas dan kecelakaan jalur darat saat mudik lebaran. "Lalu terkait keamanan, Presiden minta Polri berkonsolidasi mengingat kalau puasa dan lebaran itu tindak kekerasan dan gangguan keamanannya lebih tinggi," kata Pramono.

Mengenai stabilisasi harga bahan pokok, saat ini Perum Bulog telah menyiapkan 1,9 juta ton beras serta 40 ribu ton daging kerbau. Selain itu, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan pihaknya telah menyiapkan 460 ribu ton gula, sehingga akan ada ruang untuk intervensi apabila harganya melambung.

"Yang utama itu. Tapi kalau target harga ada di Kementerian Perdagangan," kata Djarot. (Baca: Kemendag Tetapkan Harga Acuan Sembilan Bahan Pokok)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait