PUPR Targetkan Bendungan Pertama 2017 Siap Dibangun April

"Maret mudah-mudahan selesai (penandatanganan kontrak), setelah itu April paling tidak (konstruksinya)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Ameidyo Daud Nasution
27 Februari 2017, 17:49
Waduk Jatibarang, Jawa Tengah
Arief Kamaluddin | Katadata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan akan segera masuk tahap konstruksi pada April mendatang. Jika berjalan sesuai jadwal, proyek ini menjadi bendungan pertama yang dibangun tahun ini, selain delapan proyek bendungan lainnya.

"Maret mudah-mudahan selesai (penandatanganan kontrak), setelah itu April paling tidak (konstruksinya)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui usai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) di Jakarta, Senin (27/2).

(Baca: Lebih Cepat, Proyek Bendungan Kembar di NTB Rampung Tahun Ini)

Dia mengatakan tahun ini pemerintah akan membangun sembilan bendungan di seluruh Indonesia. Selain Pamukkulu, ada juga Bendungan Sidan di Bali, Tiga Dihaji (Sumatera Selatan), Way Apu (Lampung), Lausimeme (Sumatera Utara), Rukoh (Aceh), Temef (Nusa Tenggara Timur), Baliem (Papua), serta Bener (Jawa Tengah).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja mengatakan kementerinanya memang menargetkan salah satu proyek bendungan tahun ini dibangun pada semester I. Sedangkan delapan bendungan lainnya akan dikerjakan pada paruh tahun kedua.

Menurutnya jadwal pembangunan proyek ini terkait erat dengan kesiapan lahan yang akan digunakan, kondisi geologi, serta desain bendungan yang akan dibangun. Dia mengaku hingga saat ini masih banyak proyek bendungan tersebut masih dalam proses desain. 

(Baca: Kementerian PUPR Tinjau Ulang Fungsi Irigasi 16 Bendungan)

Untuk tahap awal ini, Kementerian PUPR baru menganggarkan Rp 7 triliun untuk sembilan proyek bendungan baru tahun ini. Endra mengatakan anggaran tersebut hanya untuk uang muka kontrak proyek-proyek tersebut. Dia mengestimasikan uang muka masing-masing kontrak sekitar Rp 800 miliar.

Meski begitu, kata Endra, anggaran ini bisa saja berubah lebih besar atau lebih kecil. Hal ini tergantung hasil evaluasi Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) mengenai desain bendungan yang akan dibangun. “Makanya kebutuhan anggarannya baru yang kami siapkan untuk awal,” katanya.

Selain membangun bendungan baru, Basuki sempat mengatakan akan mempercepat pengerjaan proyek bendungan pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang diresmikan pembangunannya pada Oktober 2014. Semula, bendungan yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur ini ditargetkan selesai pada 2019. Pemerintah kemudian menyatakan pembangunannya bisa diselesaikan tahun ini.

“Karena tanah beres dan geologi tidak masalah, jadi bisa dikerjakan lebih cepat,” kata Basuki beberapa waktu lalu. (Baca: Jokowi Genjot Proyek Strategis di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait