Sri Mulyani Tantang BEI: Kapan Capai 1.000 Emiten?

 Zahwa Madjid
30 Desember 2022, 16:42
Sri Mulyani Tantang BEI: Kapan Capai 1.000 Emiten?
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mendorong peningkatan jumlah perusahaan tercatat di bursa saham domestik. Bendahara negara menargetkan, otoritas bursa dapat dapat meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di bursa menjadi 1.000 emiten. 

"Jumlah yang sudah IPO 825 perusahaan. Saya selalu mengatakan kapan tembus 1.000 emiten Pak?Saat ini sudah ada sekitar 40 yang ada dalam pipeline IPO. Saya rasa harus di-encourage terus ya perusahaan-perusahaan (yang IPO)," ujar Sri Mulyani, dalam acara peresmian penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2022, Jumat (30/12).

Sri Mulyani juga menegaskan, bahwa tahun 2022 bukanlah tahun yang mudah, namun para pelaku pasar modal maupun BEI tetap mampu melewatinya dengan baik.

“Kita akui dengan kerendahan hati bahwa tahun 2022 ini juga ujiannya jauh lebih luar biasa, ketidakpastian berhasil dilewati oleh seluruh pelaku bursa dan Bursa Efek Indonesia dengan sangat baik.

Hal ini tercermin dari imbal hasil IHSG yang tetap tumbuh di kisaran 4% di tengah tekanan kenaikan inflasi di sejumlah negara dan suku bunga acuan yang dampaknya turut merembet ke bursa saham. 

"Kita bersyukur pada tahun ini indikator positif. IHSG mencapai level tertinggi secara tahunan, masih tumbuh 4,06% per 30 Desember dan  kapitalisasi pasar naik 15,2%,” lanjut Sri Mulyani.

Hingga penghujung tahun 2022, terdapat 59 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan saham perdana di BEI, sehingga secara akumulasi, saat ini sudah ada 825 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. 

Dari sisi perolehan dana IPO, pada tahun ini mencapai Rp 33,06 triliun. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sejak swastanisasi Bursa Efek sejak tahun 1992. Selain itu, pencapaian ini juga merupakan IPO terbanyak di kawasan ASEAN selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2019.

Total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 2022 telah meningkat 37,5% menjadi 10,3 juta investor dari sebelumnya 7,48 juta investor per akhir Desember 2021. Jumlah ini meningkat hampir 9 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Selain itu, lonjakan pertumbuhan jumlah investor ritel juga turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 44,9%. 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait