Kemitraan Bappenas dan GGGI akan fokus pada pembangunan ekonomi hijau di empat bidang, yaitu perkotaan dan industri, energi, daratan dan lautan, serta investasi dan pasar.
Bappenas menilai kebijakan terhadap industri digital tidak bisa hanya berfokus pada platform teknologi semata. Pemerintah perlu melihat seluruh rantai nilai ekonomi digital.
Pemerintah dan DPR pun sepakat agar Kementerian PU menggunakan anggaran dari pos lain untuk menggantikan dana taggap darurat untuk penanganan bencana Sumatra yang belum disetujui Bappenas.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai pengetatan impor garmen perlu untuk memperbaiki performa industri ritel nasional yang tertahan pertumbuhannya sekitar 6% tahun ini.
Bappenas mengatakan pemerintah menyiapkan instrumen pembiayaan inovatif seperti obligasi hijau, blended finance 2.0, serta insentif bagi sektor swasta untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengemukakan potensi filantropi di Indonesia senilai Rp600 triliun sebagai faktor penting untuk pembangunan berkelanjutan menurut Bappenas.