Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri financial technology atau fintech menjadi sektor dengan jumlah pengaduan konsumen terbanyak sepanjang tahun ini.
Perusahaan penyedia sistem pembayaran (payment) mendominasi daftar 500 perusahaan fintech kelas dunia 2026 versi CNBC dan Statista, yakni mencapai 115 perusahaan.
Ketika tindakan yang dilakukan AI mulai menimbulkan hak dan kewajiban hukum, kebutuhan akan mekanisme identitas dan otorisasi yang dapat dibuktikan secara kuat akan menjadi semakin penting.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menilai teknologi kecerdasan buatan atau AI dan keamanan siber menjadi fokus utama transisi industri perbankan dan fintech dalam beberapa tahun ke depan.
Industri fintech kini beralih fokus dari sekadar akses pinjaman ke kesehatan finansial untuk memberdayakan dan meningkatkan ketahanan UMKM di tengah dinamika ekonomi.
Bisnis pinjaman daring atau pindar belakangan banyak yang mengembalikan izin usahanya. Perusahaan fintech seperti Astra dan Welab hingga BFI Finance menyetop usaha pinjaman online alias pinjol itu.
Hasil riset industri pindar oleh AFPI dan Katadata Insight Center menunjukkan, sebanyak 18,9% penduduk Indonesia masih kesulitan mengakses fisik ke lembaga keuangan.
Industri fintech Indonesia sepanjang 2025 bergerak dalam lanskap yang semakin kompleks. Di satu sisi, inovasi teknologi terus memperluas akses layanan keuangan, mendorong inklusi
Dana Syariah Indonesia mengakui uang lender yang dikembalikan masih kecil nilainya dibandingkan yang diinvestasikan. Paguyuban lender menyebut perusahaan baru mengembalikan 0,1% - 0,2% dari total.
Mandiri BFN Fest 2025 akan digelar 10-11 Desember di Jakarta sebagai ajang konferensi dan expo fintech terbesar di Indonesia, mempertemukan inovasi keuangan digital dengan kebutuhan sektor riil.
Dana Syariah Indonesia mengungkapkan salah satu penyebab startup fintech peer-to-peer lending atau pinjaman daring syariahnya mengalami gagal bayar adalah karena k
PT Dana Syariah Indonesia (DSI) bakal membentuk badan khusus bernama Badan Pelaksana Penyelesaian atau BPP untuk menyelesaikan masalah keterlambatan bayar lender.
Dana lender yang mengendap di startup peer-to-peer lending atau pinjaman daring syariah PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) dilaporkan nyangkut hingga Rp 1,5 triliun.