Pemerintah dan TNI memprioritaskan pemulihan infrastruktur pasca banjir bandang Aceh, dengan fokus membuka akses dari 492 jembatan rusak agar mobilitas dan logistik kembali normal.
Prajurit Zeni Tempur TNI merasakan ketenangan, bukan kebanggaan, setelah Jembatan Darurat yang dibangun di Aceh berhasil memulihkan aktivitas warga terdampak bencana.
Hilangnya fungsi lingkungan, meningkatnya risiko bencana, dan kerentanan masyarakat tidak masuk dalam perhitungan, sehingga kemajuan ekonomi terlihat di atas kertas.
Polda Aceh memecat tidak hormat anggota Brimob Bripda Muhammad Rio karena desersi dan diduga bergabung dengan tentara Rusia setelah menjalani sidang kode etik.
Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh dengan membangun 57 titik sumur bor di sejumlah wilayah terdampak guna memastikan akses air bersih bagi warga dan fasilitas layanan dasar.
PLN berhasil memulihkan pasokan listrik di 34 rumah sakit dan puskesmas yang terdampak banjir bandang di Aceh dan memastikan layanan kesehatan kembali berjalan bagi warga di wilayah terdampak.
Usai banjir bandang dan longsor, pedagang makanan di Aceh Tamiang perlahan bangkit. Dari nasi Padang hingga bakso, aktivitas jual beli kembali hidup meski kondisi belum sepenuhnya pulih.
Di tengah bencana yang mengganggu aktivitas belajar, pemerintah menyalurkan tunjangan khusus Rp35 miliar bagi guru terdampak. Bantuan ini menjaga keberlanjutan pendidikan pascabencana.
PLN bersama ratusan relawan memulihkan listrik dan fasilitas 15 masjid terdampak banjir di Aceh. Adzan kembali berkumandang, warga bisa salat berjamaah lagi.
BNPB menyampaikan jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Jumat (2/1) mencapai 1.157 jiwa.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyatakan banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 di Aceh dan Sumatera keparahannya melebihi bencana tsunami.