IHSG terpantau masih bergerak di zona merah sepanjang hari, meski Danantara mulai aktif melakukan transaksi di pasar saham pada perdagangan Senin (2/2) ini.
Intervensi negara ke bursa melalui Danantara dinilai bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya langkah yang lebih mendesak adalah mendorong peran regulator OJK serta SRO untuk memenuhi tuntutan MSCI.
IHSG kembali ambruk. Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama hari ini mencapai 35,35 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,08 juta kali.
Analis menilai indeks berpotensi pulih dan kembali di level 9.000 jika data ekonomi pada kuartal keempat 2025 yang dirilis BPS berada di atas ekspektasi.
IHSG dinilai berpotensi bangkit atau rebound hari ini, antara lain seiring respons positif investor asing terhadap langkah reformasi pasar modal Indonesia yang telah disiapkan regulator
Terkait IHSG, pelaku pasar akan mencermati secara seksama arah kebijakan regulator, hasil pertemuan dengan MSCI, serta respons investor institusional pada pembukaan perdagangan Senin (2/2) ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sederat arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penataan dan penguatan pasar modal Indonesia.
Nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 41,33 triliun dengan volume 57,76 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,39 juta kali. Sebanyak 551 saham menguat, 194 saham terkoreksi, dan 65 saham stagnan.