Total 58 kabupaten mengalami bencana kekeringan, sebanyak 43 di antaranya adalah kabupaten di Pulau Jawa. Warga Bogor dan Bekasi paling banyak terdampak.
BMKG memprediksi fenomena El Nino berlangsung hingga awal 2027 dan mewanti-wanti dampaknya seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Selain 240 bendungan yang telah beroperasi saat ini, pemerintah juga terus melanjutkan pembangunan 15 bendungan baru di berbagai daerah dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 32,8 triliun.
Selama musim kemarau terhitung dari 5 Juni hingga 19 Juli 2026, BPBD Jateng juga mencatat 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta 219 kejadian kebakaran gedung dan rumah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemerintah memfokuskan langkah mitigasi terhadap dua dampak utama El Nino, yakni kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
El Nino terus menguat dan berisiko memangkas curah hujan secara signifikan. Petani diimbau segera melakukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko gagal panen.
BMKG) mengungkap kemungkinan kecil terjadinya fenomena iklim El Nino sangat kuat atau belakangan sering disebut ‘Super El Nino’ di Indonesia tahun ini.
Kapan awal musim kemarau 2026? BMKG memprediksi musim kemarau datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia, dimulai sejak April hingga Juni 2026.
Ketika El Nino muncul, sebagian wilayah biasanya mengalami hujan lebih sedikit dari normal. Bagi Indonesia, kondisi ini sering berarti musim kemarau yang lebih kering dan panjang.