PKS dan Gerindra Tentukan Cawapres Prabowo Lewat Dua Opsi

PKS masih bersikukuh cawapres berasal dari sembilan nama yang diusulkan ke Gerindra, tak akan memilih calon non-partai.
Dimas Jarot Bayu
20 April 2018, 18:59
Sudrajat - Ahmad Syaikhu
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, bersama dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri), Sekjen PAN Eddy Soeparno (kedua kanan), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra masih terus mencari titik temu dalan menentukan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto di pemilihan presiden atau Pilpres 2019. PKS masih bersikukuh cawapres berasal dari sembilan nama yang diusulkan ke Gerindra, kemudian keduanya memilih lewat dua opsi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengatakan dua opsi yang ditawarkan yakni pertama, Prabowo memilih cawapres dari sembilan nama yang telah dikirim PKS. Kedua, PKS akan memilih cawapres dari sembilan nama dan Prabowo menerimanya.

"Kedua proses ini yang sedang dijalankan," kata Mardani ketika dihubungi Katadata.co.id, Jumat (20/4).

(Baca juga: Beda Sikap soal Cawapres, PKS Klaim Masih Solid dengan Gerindra)

Advertisement

Sembilan nama kader internal hasil keputusan Majelis Syuro yang telah dikirim ke gerindra adalah Hidayat Nur Wahid, M Sohibul Iman, Ahmad Heryawan, Anis Matta, Irwan Prayitno, Salim Segaf Aljufri, Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera. Rencananya, Majelis Syuro PKS akan mengerucutkan nama-nama ini sebelum 13 Mei 2018.

Mardani mengatakan, meski belum ada titik temu, namun komunikasi antarkedua partai berjalan sangat intens. Salah satunya lewat pertemuan antara PKS dengan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Gerindra Sandiaga Uno di Restoran Meradelima, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (19/4) malam. Sandiaga diutus Prabowo khusus untuk membahas persoalan tersebut.

Menurut Mardani, pertemuan tersebut memastikan Gerindra dan PKS tetap solid berkoalisi dalam Pilpres 2019. Sehingga, keduanya hanya tinggal melakukan finalisasi terhadap calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung.

"Kami gembira karena Gerindra sudah punya nama PKS," kata Mardani. (Baca juga:  Belum Pasti Dukung Prabowo, PKS Jajaki Bangun Koalisi Baru)

Mardani menyatakan, cawapres Prabowo akan berasal kader internal PKS. Karenanya wacana untuk menduetkan Prabowo dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau calon lain dinilai tak akan terlaksana.

"Yang punya tiket kan Gerindra dan PKS. Itu sharing ticket. Jadi keputusannya bukan merupakan keputusan sepihak Gerindra atau PKS. Kami akan musyawarah bersama," kata Murdani.

Anies Baswedan sempat disebut-sebut menjadi cawapres potensial mendampingi Prabowo. Dari berbagai survei, elektabilitas Prabowo-Anies paling tinggi dibandingkan tokoh lain.

Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median) pada 24 Maret-6 April 2018, Prabowo mendapat elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Anies Baswedan (33,9%). Pasangan ini lebih banyak dipilih dibanding pasangan Prabowo-Gatot Nurmantyo (33,5%), Prabowo-Muhaimin Iskandar (32,2%), Prabowo-Anis Matta (31,5%), dan Prabowo-TGB Zainul Majdi (30,8%).

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Julianto mengatakan, Anies merupakan figur yang sudah cukup dekat dengan Gerindra saat ini."Pak Anies sudah dekat dengan kami dan bagian dari keluarga besar kami semua," kata Ferry di Harris Suite FX Sudirman, Jakarta, Kamis (19/4).

Selain itu, Anies pun kerap dipanggil oleh Prabowo untuk bertemu membahas perkembangan kegiatan dan tanggung jawabnya di Jakarta. Bahkan, lanjutnya, Anies pun sudah ikut berkuda dengan Prabowo bersama PKS dan PAN.

"Memang Pak Anies berasal dari figur luar partai yang layak untuk dipertimbangkan untuk menjadi calon wakil presiden Pak Prabowo," kata Ferry.

Baca juga: Anies dan Gatot Kandidat Cawapres, Gerindra Pantau Elektabilitas

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait