Kelola Blok Mahakam, Pertamina Mungkin Tak Dapat Aset Total

Yura Syahrul
7 September 2015, 15:04
pertamina donang.jpg
KATADATA/

KATADATA ? Proses negosiasi pengalihan pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur dari Total E&P Indonesie dan Inpex Corp. Kepada PT Pertamina (Persero) akan segera rampung. Hasil negosiasi tersebut kemungkinan tidak termasuk tukar guling aset Total dan Inpex dengan Pertamina.

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro menegaskan, tidak ada kewajiban bagi Total dan Inpex menyerahkan aset lain yang dimilikinya kepada Pertamina. Jadi, penukaran aset tersebut hanya tergantung kesepakatan semua pihak. "Itu dibicarakan business to business. SKK Migas akan mengikuti keputusan pemerintah saja,? katanya kepada Katadata, Senin (7/9).

Hal tersebut berbeda dengan keinginan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah mempersilakan setiap kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) untuk memperpanjang masa kontraknya yang akan berakhir. Namun, para kontraktor itu harus menukarkan aset migas yang dimilikinya dengan Pertamina. Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menyatakan, skema tukar guling aset tersebut merupakan upaya pemerintah untuk turut berperan membesarkan Pertamina. (Baca: Perpanjang Kontrak Blok Migas, KKKS Bisa Tukar Aset dengan Pertamina

Kontrak pengelolaan Blok Mahakam oleh Total dan Inpex akan berakhir tahun 2017. Pemerintah sudah memutuskan Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mendapat jatah saham sebesar 70 persen. Sisanya, 30 persen saham diberikan kepada Total dan Inpex sebagai operator lama Blok Mahakam.

Kepala Unit Pengendalian Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widhyawan Prawiraatmaja menyatakan, Direktorat Jenderal Migas bersama SKK Migas terus memantau perkembangan pembagian saham di Blok Mahakam. Sampai saat ini pembahasan telah mengalami kemajuan. Bahkan, dalam waktu dekat akan ditandatangani kesepakatan kontrak atau Head of Agreement (HoA) antara Pertamina dan para mitranya untuk mengelola Blok Mahakam.

"Term condition yang sedang dibahas di Ditjen Migas,? katanya. Widhyawan optimistis penandatanganan alih kelola Blok Mahakam dari Total kepada Pertamina dapat dilakukan akhir tahun ini.

(Baca: Pertamina: Total Menyetujui Skema Pembagian Saham Blok Mahakam)

Sementara itu, SKK Migas masih terus melakukan valuasi aset Blok Mahakam untuk menghitung nilai asetnya. SKK Migas juga bertugas memastikan produksi blok tersebut dapat dikelola dengan baik. Pasalnya, Blok mahakam merupakan sebuah lapangan migas yang sudah beroperasi lama sehingga mengalami penurunan produksi.

Meski proses negosiasi sudah hampir rampung, ternyata manajemen Total masih berupaya mendapatkan porsi saham lebih besar di Blok Mahakam. Vice President HR, Communications, General Services Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu niat baik pemerintah sehingga bisa memperoleh jatah saham lebih dari 15 persen. "Kami masih berharap lebih baik dari yang sekarang (15 persen)," katanya di Bogor, Jumat (4/9).

Ia optimistis pembicaraan dengan pemerintah mengenai besaran saham dan kontrak pengelolaan Blok Mahakam masih terbuka. Sebab, semua pihak pada dasarnya saling memiliki niat baik untuk menjaga produksi blok tersebut. "Karena selama ini kami memelihara good intention, jadi kami tetap mendiskusikan dengan Pertamina agar produksi tetap baik," kata Novriyanto.

Reporter: Arnold Sirait, Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait