Gaduh Sumbangan Misterius Rp 2 T Akidi Tio, Kapolda Sumsel Minta Maaf

Ameidyo Daud Nasution
5 Agustus 2021, 16:03
akidi tio, kapolda, polisi, sumbangan 2 triliun
ANTARA FOTO/Feny Selly/hp.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri di Mapolda Sumsel Palembang, Sumsel, Rabu (23/12/2020). Eko pada Kamis (5/8) meminta maaf karena kegaduhan akibat wacana sumbangan rp 2 triliun keluarga Akidi Tio tak jelas keberadaannya.

Kepala Polisi Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Pol Eko Indra Heri meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena hibah Rp 2 triliun dari mendiang Akidi Tio belum jelas keberadaannya. Eko mengaku tak berhati-hati memastikan donasi yang sebenarnya akan digunakan untuk penanggulangan Covid-19 di Sumsel itu.

Nama Akidi Tio naik daun lantaran keluarganya menyatakan akan menyumbang Rp 2 triliun demi penanganan corona di Sumsel. Namun belakangan hibah tersebut tak jelas kelanjutannya.

Bahkan masyarakat di jagat media sosial ramai-ramai menyebut sumbangan tersebut bohong. Kabar itu muncul ketika anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti, dijemput aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

“Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu. Saya memohon maaf, ini terjadi akibat ketidakhati-hatian saya,” kata Eko saat konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (5/8) dikutip dari Antara.

 Eko menceritakan gaduh sumbangan tersebut berawal saat dirinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy dan dokter keluarga Akidi yakni Hardi Darmawan, Jumat (23/7) untuk membicarakan donasi tersebut.

“Saya sebagai Kapolda dipercayakan untuk mengawal transparansi penyaluran bantuan,” katanya.

Eko, yang kepalang percaya terhadap insiasi tersebut, tak mendalami kepastian keberadaan dana itu. Ia beralasan sudah diyakinkan bahwa pencairan uang hanya tinggal diproses saja.

Belakangan, dana hibah tersebut semakin tak jelas keberadaannya dan menjadi masalah. Namun Eko mengaku tak mengenal Heryanti, melainkan hanya kenal Akidi dan anak sulungnya.

“Saya kenal Akidi Tio saat di Palembang dan Johan (anak sulung Akidi) saat saya bertugas di Aceh Timur,” katanya.

Sedangkan Markas Besar Polri memeriksa Eko pada sore ini terkait dana hibah yang tak jelas tersebut. Tim dipimpin oleh Inspektur Jenderal Pol Agung Wicaksono, Inspektur Wilayah V Berigadir Jenderal Pol Hotman Simatupang, Komisaris Besar Pol Agus Syaiful, dan Komisaris Besar Pol Heri Purwoko.

Nama Akidi Tio viral setelah Facebook Humas Polda Sumatera Selatan mengunggah pemberian sumbangan tersebut pada 26 Juli lalu. Esok harinya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, uang triliunan rupiah itu akan dialokasikan untuk membantu penanganan pandemi corona di Sumsel.

Advertisement

Termasuk di penanganan tersebut adalah membantu ketersediaan oksigen, obat, insentif bagi tenaga medis, dan penyediaan tempat isolasi bagi masyarakat umum. Sumbangan itu juga akan digunakan untuk menambah laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR), yang kini hanya ada 15 unit dengan total kapasitas 2 ribu sampel per hari.

Namun sepekan sepekan berlalu, beredar kabar uang Rp 2 triliun tersebut tidak pernah ada. Bahkan anak bungsu Akidi yakni Heriyanti, dijemput aparat Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait