Polisi Tangkap Tujuh Penagih Utang Pinjol Ilegal yang Teror Nasabah

Penagih utang dari pinjol ilegal ini kerap mengirimkan SMS ancaman hingga menyebarkan data pribadi nasabah
Image title
15 Oktober 2021, 20:56
pinjol, polisi, pinjol ilegal
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
\Suasana ruang kerja jasa Pinjol usai penggerebekan kantor jasa pinjaman online (Pinjol) oleh Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan tujuh tersangka yang ditangkap terkait jaringan pinjaman online (pinjol) ilegal merupakan desk collector. Mereka biasa disewa perusahaan pinjol untuk melakukan teror terhadap nasabah.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Helmy Santika mengatakan para pelaku kerap melayani lebih dari satu pinjol. Mereka akan mengirimkan SMS yang berisi ancaman kepada para nasabah, bahkan tidak segan untuk menyebarkan data pribadi hingga fitnah kepada orang lain

 "Para tersangka ini tidak hanya melayani satu pinjol saja, tetapi lebih dari satu pinjol ilegal," ujar Helmy di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/10).

 Kasubdit IV MUSP (Ekonomi Khusus) Eksus Andri Sudarmadi mengatakan bahwa pelaku menganggap pinjol sebagai pelanggan atau customer. Mereka juga telah mengetahui konten apa yang akan disebar, termasuk asusila.  "Karena dia jasa pengiriman SMS blast itu," ujar Andri.

Tujuh tersangka yang berhasil diamankan adalah RJ yang ditemukan di Mangga Besar, Jakarta Pusat; JT yang ditemukan di Pluit Timur Residence, Penjaringan, Jakarta Utara; AY yang ditemukan di Apartemen Laguna, Penjaringan, Jakarta Utara; HC, AL, VN yang ditemukan di Apartemen Greenbay, Penjaringan, Jakarta Utara; serta HH yang ditemukan di Perumahan Casa Jarden, Cengkareng, Jakarta Barat.

Namun, polisi belum berhasil menemukan ZJ yang merupakan warga negara asing (WNA) selaku pemberi dana. Saat ini WNA tersebut telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 121 unit modem, 17 unit CPU, 8 layar monitor, 8 laptop, 13 handphone, satu box simcard baru Telkomsel sebanyak 500 buah kartu dan dua unit flashdisk.

 Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap 89 orang operator pinjol ilegal di wilayah Samirono, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ditreskrimsus Polda Jawa Barat Komisaris Besar Pol Arif Rahman mengatakan 89 orang itu merupakan kolektor dari puluhan aplikasi pinjol yang berkantor di kawasan Yogyakarta. Kasus itu terungkap setelah ada laporan dari seorang warga Jawa Barat yang menjadi korban.

"Setelah mendalami laporan tersebut, kami dalami dan langsung mencari keberadaan pelaku yang meneror korban," kata Arif dikutip dari Antara.

 Arif mengatakan puluhan pelaku tersebut bekerja dengan 22 aplikasi pinjol ilegal. "Hanya satu aplikasi yang terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan," kata dia.

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait