Sempat Terganjal Lahan, Jadwal Onstream Proyek Temelat Molor

Namun SKK Migas memastikan proyek Temelat tetap bisa berproduksi tahun 2019.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
15 November 2019, 21:05
Proyek Temelat molor, Migas, SKK Migas.
Katadata
Ilustrasi instalasi pengolahan migas. SKK Migas hari Jumat (15/11) menyampaikan jadwal onstream proyek Temelat yang dikerjakan Medco E&P Indonesia molor dari rencana awal yakni bulan ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyampaikan jadwal onstream atau mulai produksi proyek Temelat molor dari rencana awal yakni bulan ini. Pasalnya ada beberapa masalah sosial yang sempat mengganjal jalannya proyek di Sumatera Selatan itu.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan proyek Temelat sempat tersandung pembebasan lahan dan penolakan warga. Meski demikian, Julius memastikan proyek yang dioperasikan Medco E&P Indonesia itu tetap mulai berproduksi tahun 2019.

"Awal tahun masalah pengadaan tanah yang tidak selesai. Lalu pertengahan tahun ini ada masyarakat demonstrasi di sekitar proyek," ujar Julius kepada Katadata.co.id, Jumat (15/11).

(Baca: Dua Proyek Baru Gagal Produksi, Lifting Migas 2019 Diproyeksi Turun)

Berbeda dengan Temelat, Julius mengatakan proyek hulu migas lain yakni proyek Panen yang dikerjakan PetroChina International Jabung Ltd menunjukkan perkembangan. Saat ini kontraktor sedang dalam tahap pengerjaan pipa. Jika beroperasi, lapangan ini diperkirakan memproduksi minyak 2000 barel minyak per hari.

“Rencana proyek akan onstream pertengahan Desember," ujarnya.

(Baca: SKK Migas: Realisasi Investasi Hulu Migas Tahun Ini Hanya Rp 168,95 T)

Selain dua proyek tadi, Julius juga mengatakan hingga akhir tahun masih ada beberapa proyek yang dalam tahap finalisasi. Salah satunya adalah Bukit Tua Phase-3 oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Proyek ini diproyeksikan dapat memproduksi minyak sebesar 3.182 bopd dan gas 31 MMscfd.

Proyek lainnya adalah, Bison-Iguana-Gajah Puteri (BIGP) oleh Premier Oil Natuna Sea B.V yang diperkirakan mulai berproduksi pada pertengahan Desember. Selain itu ada juga proyek Kedung Keris oleh ExxonMobil Cepu Ltd yang akan menambah produksi gas 3,800 BOPD dan akan onstream akhir tahun ini.

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait