Mengutip situs Bank Pembangunan Asia (ADB), ETM adalah pembiayaan gabungan atau blended-finance untuk mempercepat waktu penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada agar dapat segera menggantikannya dengan kapasitas pembangkitan listrik yang bersih. Mekanisme ini terdiri atas dua pembiayaan.

Pertama, dikhususnya untuk penutupan lebih dini atau pengalihan fungsi pembangkit listrik tenaga batu bara dengan jadwal yang dipercepat. Kedua, berfokus pada investasi pada pembangkitan, penyimpanan, dan peningkatan jaringan listrik untuk energi bersih yang baru.

Bank multilateral, investor kelembagaan swasta, organisasi filantropi, dan investor jangka panjang akan menyediakan modal bagi ETM. Skema ETM di Indonesia diluncurkan pemerintah pada COP26 di Glasgow akhir tahun lalu bekerja sama dengan ADB.

Adapun PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI ditunjuk sebagai country platform. Berbagai dana investasi ke proyek-proyek transisi energi nantinya masuk melalui country platform tersebut.

ADB telah mulai mengumpulkan dana dari donor untuk program ETM yang bertujuan mempensiunkan PLTU di Indonesia dan Filipina. Salah satu negara yang telah menjadi donor adalah Jepang dengan hibah sebesar US$ 3,4 miliar.

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu