Kementan Sebut Pasokan Cabai dan Bawang Merah Aman Selama Ramadan

ANTARA FOTO/WAHDI SETIAWAN
Petani menumpuk buah cabai usai dipanen di Pelompek, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019). Harga cabai di tingkat petani setempat naik dari Rp8.000 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp20.000 per kilogram pada hari ini.
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
5/5/2019, 15.25 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim pasokan bahan pangan, cabai merah dan bawang merah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2019. Kementan telah memetakan sentra produksi dua komoditas serta memastikan kelancaran distribusi sampai ke pasar. 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan suplai cabai merah dan bawang merah bakal lebih besar dibandingkan jumlah kebutuhan selama Mei 2019. "Tahun ini kami pastikan stabil, ada 30 kabupaten sentra produksi sudah siap," kata Amran di Jakarta, Minggu (5/5).

Sentra produksi komoditas tersebut di antaranya berada di Kabupaten Brebes, Nganjuk, Malang, dan Probolinggo. Dia pun menuturkan pengiriman cabai dan bawang merah dari sentra produksi produk hortikultura akan lebih lancar untuk sampai ke pasar. 

(Baca: Berkat Impor, Pedagang Diminta Jual Bawang Putih Rp30.000 saat Ramadan)

Menurut data Kementerian Pertanian, pada Mei 2019 pasokan cabai merah besar mencapai 113 ribu ton dengan kebutuhan hanya 76 ribu ton. Sehingga cabai merah ada surplus 37 ribu ton. Untuk cabai rawit, jumlah pasokan mencapai 99 ribu ton dengan tingkat kebutuhan 64 ribu ton menghasilkan surplus 35 ribu ton.

Sementara untuk pasokan bawang merah hingga awal bulan ini terpantau sebesar 132 ribu ton dengan tingkat kebutuhan sekitar 112 ribu ton. Sehingga untuk komoditas tersebut terdapat surplus 20 ribu ton. "Cara stabilisasi adalah disparitas harganya yang kami perkecil, karena rantai pasoknya terlalu panjang," ujar Amran.

Amran juga menjamin untuk komoditas utama seperti beras harganya akan stabil sejalan dengan ketersediaan stok beras dalam negeri saat ini yang mencapai 2 juta ton lebih. Ditambah, petani beras juga sedang memasuki masa panen raya. 

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai masih berada di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram. "Standarnya segitu, pasokan aman karena banyak kiriman," kata pedagang di pasar Kramat Jati Henry (43 tahun), Minggu (5/5).

(Baca: Antisipasi Ramadan, Food Station Tambah Pasokan 20 Ribu Ton Beras )

Senada dengan henry, pedagang cabai lainnya Sutrisno (53 tahun) juga mengaku harga cabai per hari ini mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Meski relatif aman, dia mengaku ada kenaikan relatif besar dibanding  kondisi harga kemarin yang hanya sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Wakil Ketua Satuan Tugas Pangan Helmy Santika menuturkan pihaknya berupaya menjaga kestabilan harga, ketersediaan barang, serta jalur distribusi. Untuk menjaga stabilisasi harga, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, dan para pelaku usaha.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi sampai ke tingkat kabupaten/kota. Salah satu daerah  yang akan diprioritaskan untuk stabilisasi harga menurutnya adalah Jakarta sebagai pembentuk harga di tingkat wilayah lainnya. "Kami berkoordinasi serta mencari solusi kalau ada masalah," ujar Helmy.

Pemerintah tengah berfokus menjaga stabilisasi harga pangan menjelang Ramadan. Sebab, harga pangan umumnya rentan mempengaruhi inflasi. 

(Baca: Inflasi April 0,44%, Tertinggi Sejak 2008)

Seperti yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi bulanan pada April 2019 sebesar 0,44% atau 0,80% secara tahun kalender dan 2,83% secara tahunan. Inflasi kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2019, paling dipengaruhi oleh kenaikan harga bumbu dapur.

Sebagai catatan, inflasi bulanan pada Januari sebesar 0,32%, sementara Februari mengalami deflasi 0,08%, dan inflasi Maret sebesar 0,11%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi April dipengaruhi paling banyak oleh kenaikan harga bumbu makanan. "Inflasi utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bumbu-bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan tomat sayur," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (2/5).

Secara rinci, inflasi April disebabkan oleh harga bawang merah yang rata-rata mengalami inflasi 22,93% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,13%. Kemudian bawang putih mengalami inflasi sebesar 35% dengan andil sebesar 0,09%. Sementara, cabai merah memberikan andil sebesar 0,07% dan tomat sayur menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Michael Reily