Banyak Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Mampu Tembus 6.850 Tahun Ini

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ilustrasi, karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Penulis: Ihya Ulum Aldin
6/1/2020, 21.56 WIB

Dia mengatakan, kondisi global juga bisa mendukung penguatan IHSG. Salah satunya, kesepakatan dagang fase pertama yang telah dicapai oleh Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Penandatangan perjanjian dagang tersebut, rencananya digelar pada 15 Januari 2020.

(Baca: Harga Saham Sektor Pertambangan Melesat Imbas Konflik AS - Iran)

Namun, sebelum kesepakatan tersebut benar-benar terjadi, Damhuri masih melihat bahwa perang dagang ini menjadi risiko bagi perekonomian global. Belum lagi, hubungan AS dengan Iran yang memanas.

"Amunisi untuk menghadapi krisis, kalau terjadi, semakin terbatas. Bila ada shock dapat berdampak sangat negatif," katanya.

Dengan proyeksi tersebut, BNI Sekuritas mengunggulkan beberapa saham selama tahun ini. Dari sektor telekomunikasi, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dari sektor properti dan konstruksi yaitu PT Summarecong Agung Tbk (SMRA) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Lalu, dari sektor perbankan, saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi unggulan sepanjang tahun ini.

(Baca: Pasar Modal Sepi Transaksi di Awal Tahun, Libur dan Banjir Penyebabnya)

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin