Tips Mencegah Penularan Covid-19 pada Orang dengan Komorbid

90 persen kematian pasien Covid-19 di Indonesia disebabkan oleh kondisi komorbid.
Image title
Oleh Melati Kristina Andriarsi - Tim Riset dan Publikasi
15 November 2020, 13:04
Darrin Zammit Lupi Seorang pria memakai masker saat berjalan melewati jalan yang penuh instalasi terbuat dari kain spanduk berwarna ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Valletta, Malta, Rabu (11/11/2020).
ANTARA FOTO/REUTERS/Darrin Zammit Lupi/AWW/dj

Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid rentan terkena Covid-19 dengan gejala berat. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Chandra Wiguna, menyampaikan bahwa sekitar 90 persen kematian pasien Covid-19 disebabkan oleh kondisi komorbid. “Sudah diketahui bahwa pasien Covid-19 dengan gejala berat hingga kematian memiliki penyakit bawaan yang sudah ada sebelumnya,” ujar dr. Chandra dalam YouTube BNPB yang berjudul “Cegah Covid-19 Pada Orang Dengan Komorbid,”Rabu (4/11).

Dr Chandra juga menyampaikan bahwa penyakit bawaan seperti hipertensi maupun diabetes membuat daya tahan tubuh penderita menjadi lebih rendah. Sedangkan penyakit lainnya seperti jantung dan paru menyebabkan fungsi organ menurun hingga berisiko menyebabkan kematian. “Pasien dengan komorbid akan lebih rentan mengalami gejala berat seperti sesak napas yang berakibat pada kegagalan napas hingga kematian.”

Adapun data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan hipertensi menjadi penyakit penyerta tertinggi kematian Covid-19 di Indonesia dengan persentase sebanyak 13,4 persen. Sementara penyakit diabetes melitus dan jantung turut ditemukan pada pada pasien meninggal akibat Covid-19 dengan persentase masing-masing sebesar 11,8 persen dan 7,8 persen.

Dokter Chandra juga menganjurkan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dengan komorbid dalam menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “3M adalah kunci pencegahan penularan terhadap orang dengan komorbid. Selain itu, mereka juga perlu merawat penyakit bawaannya dengan berkonsultasi ke dokter,” katanya.

Dalam acara yang sama, Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, Turo Wongkaren juga menyampaikan berbagai tindakan antisipatif dalam mencegah Covid-19 dari orang dengan komorbid. “Mereka yang berusia di atas 50 tahun perlu berhati-hati ketika keluar rumah,” ujarnya. Selain itu, masyarakat dengan komorbid harus meningkatkan imunitas dengan tidur cukup, minum multivitamin, dan menjaga diri agar terhindar dari stres.

Masyarakat diimbau untuk mengetahui kondisi kesehatannya khususnya penyakit bawaan yang diderita agar dapat segera ditangani dokter. “Karena banyak ditemukan penderita Covid-19 yang tidak menyadari bahkan belum tahu bahwa dirinya memiliki penyakit bawaan.”

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait